Kolonodale-Bupati Morowali Utara (Morut), Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, bersama Wakil Bupati (Wabup) H Djira K SPd MPd, menerima kunjungan Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Tengah (Sulteng), Agus Yulianto Ak AAP CHRPE FRMP, beserta jajarannya di ruang kerja Bupati Morut, Selasa (11/08/2026).
Dalam kunjungan tersebut, BPKP Sulteng menyerahkan Laporan Hasil Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran (LHEPP) Pemda Morut Tahun Anggaran (TA) 2026.
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas perencanaan, penganggaran, serta pelaksanaan program pembangunan daerah agar semakin efektif, efisien, serta memberikan dampak nyata kepada masyarakat.
Pada kesempatan itu, Bupati Delis, menyampaikan, apresiasi atas kunjungan dan evaluasi yang dilakukan oleh BPKP sebelumnya. Kata dia, hasil evaluasi tersebut memberikan sejumlah masukan penting bagi Pemda Morut untuk melakukan perbaikan dalam perencanaan pembangunan.
- Gubernur Yulius Paparkan Perubahan KUA-PPAS 2026, Fokus Pada Program Prioritas dan Kesejahteraan Rakyat
- Kajati Sulut Kukuhkan Pengurus Aslinmas, Pemkab Sitaro Siap Perkuat Ketertiban Masyarakat
- Hadiri Pelantikan Pengurus Aslinmas Sulut, Wali Kota Weny Gaib Dorong Sinergi Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif
“Lewat kunjungan dan evaluasi dari BPKP, kami mendapatkan banyak masukan untuk perbaikan dalam perencanaan pembangunan,” ujar orang nomor satu di Morut itu.
Bupati Delis, menilai evaluasi dari lembaga pengawasan pemerintah tersebut penting untuk memastikan program-program yang direncanakan Pemda Morut tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memiliki arah yang jelas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Sulteng, Agus Yulianto, menjelaskan bahwa dalam laporan hasil evaluasi terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh Pemda Morut.
Namun demikian, BPKP optimistis berbagai rekomendasi itu dapat ditindaklanjuti dengan baik oleh Pemda Morut, sehingga kualitas program pembangunan ke depan semakin meningkat.
“Kami yakin hal-hal yang harus diperbaiki tersebut dapat diterapkan dengan baik oleh Pemda Morut, sehingga ke depan program-program menjadi lebih efektif, efisien, dan berdampak bagi masyarakat, ” jelasnya.
Agus menegaskan, bahwa perbaikan perencanaan dan penganggaran diharapkan bermuara pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Program pembangunan yang dirancang dengan lebih baik diharapkan mampu memberikan dampak pada berbagai sektor, termasuk pengurangan emisi, penanganan stunting, peningkatan kualitas pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)





