Sulut-Penanganan Stunting tidak cukup hanya melalui pendekatan kesehatan saja, tapi harus pendekatan secara Konferhensif dan Pola Asuh.
Hal itu di katakan Kepala BKKBN Sulut di wakili Sekretaris Lady D Ante, S.pd, pada pelaksanaan Rembuk Stunting sekaligus pengukuhan Tim Percepatan Penurunan Stunting, Jumat (05/04/2024).
Kegiatan yang berlangsung di Rudis Walikota Kotamobagu ini, di hadiri Pj. Walikota Kotamobagu Dr. Drs. Asripan Nani, M.Si, Dandim 1301 Bolmong Letkol Inf. Fahmil Harris, S.IP, Kajari Kotamobagu Elwin Agustian Khahar., S.H., M.H., Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu Sofyan Mokoginta, S.H., M.E,perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kotamobagu Jamaluddin Lamato., S.Pd.I., M.Pd.
Pada kesempatan itu, Pj. Walikota Kotamobagu Dr. Drs. Asripan Nani, M.Si mengatakan Leading Percepatan Penurunan Stunting adalah BKKBN maka harus bersama sama menjadikan Sulawesi Utara Zero Stunting,
- Plt. Bupati Heronimus Makainas dan Wartawan, Perkuat Sinergi Membangun Daerah
- Wagub Victor Mailangkay Hadiri Penandatanganan PKS Percepatan Penyelesaian Status Kewarganegaraan Undocumented Person di Bitung
- Lantik 318 Pejabat Fungsional, Gubernur Yulius Ingatkan Rawat Kebersamaan dan Tinggalkan Ego Sektoral
“Tidak ada lagi masyarakat miskin ekstrim menuju Indonesia maju tahun 2045.”Ucap Walikota.
Turut hadir dalam kegiatan ini,para asisten Setdakot, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Camat, Lurah/Sangadi, pimpinan perguruan tinggi, pengurus Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu, dan tokoh masyarakat. (*/J.Mo)





