Sulut-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara menggelar Sosialisasi Pemilu Partisipatif bersama Organisasi Kemahasiswaan dalam Rangka Optimalisasi Pengawasan Pemilu Serentak Tahun 2024 di Provinsi Sulawesi Utara, di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Jumat (19/5/2023).
Anggota Bawaslu Sulut, Donny Rumagit, S. TP, S. H., dalam kegiatan meminta mahasiswa ikut terlibat melakukan pengawasan partisipatif pada tahapan Pemilu serentak 2024.
“Kami berharap dengan adanya mahasiswa kita akan membuat suatu gerakan moral, gerakan moral ini akan menuju ke suatu gerakan sosial maka kita kan melawan dan menolak praktik-praktik kejahatan demokrasi,” ujar Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Sulut ini.
Rumagit pun menyebutkan, partisipasi aktif mahasiswa dalam membantu Bawaslu mengawasi Pemilu 2024 dapat melahirkan pemimpin yang berpihak pada rakyat.
- PLN Siap Optimalkan Energi Surya, PLTS 100 GWp Dorong Efisiensi dan Penguatan Energi Domestik
- Kinerja UPTD Pendapatan Wilayah XII Morut Tunjukan Tren Positif, Masih Tri Wulan III, Realisasi PKB Tembus 104 Persen
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
“Supaya nanti pemimpin yang kita pilih nanti benar-benar adalah pilihan rakyat yang berpihak kepada rakyat itu harapan kami untuk kegiatan ini,” ucapnya.
Lebih lanjut Rumagit berharap agar para mahasiswa secara tegas menolak politik uang, politisasi SARA, serta isu hoax dalam Pemilu Serentak 2024.
“Mahasiswa memiliki idealisme serta daya kritis yang tinggi. Saya berharap kita semua bersepakat untuk melawan politik uang, politisasi SARA, serta isu hoax pada Pemilu 2024. Jangan biarkan praktek-praktek ini terjadi,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Pengawasan, Hubmas, dan Hubal Bawaslu Provinsi Sulut Anggray Sari Mokoginta juga mengatakan keterlibatan mahasiswa pada pengawasan tahapan pemilu serentak akan membantu mewujudkan pemilu yang beritegritas.
“Mahasiswa yang adalah generasi milenial bukan lagi menjadi objek politik, tapi mahasiswa adalah subjek politik yang memiliki peran penting disetiap proses penyelengaraan serta pengawasan pemilu. sehingga pemilu 2024 yang berintegritas bisa terwujud,” ucapnya.
Salah satu peserta pada kegiatan, Enjeli Saroinsong mengatakan tanggapannya terhadap sosialisasi yang digelar Bawaslu Sulut ini.
“Sangat baik karena menjelang pemilu 2024 nanti mungkin akan banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran, jadi kami sebagai mahasiswa mempunyai peran untuk membantu Bawaslu untuk mengawasi pemilu yang akan datang,” kata Mahasiswi Universitas Prisma itu.(*)







