Talaud,-Tak mengherankan elektabilitas Elly Engelbert Lasut (E2L) sebagai calon Gubernur Sulut di Kabupaten Kepulauan Talaud terbilang rendah.
Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, jika head to head dengan pasangan Steven Kandouw-Denny Tuejeh, Elly Lasut yang berpasangan dengan Hanny Joost Pajouw (HJP) hanya memperoleh elektabilitas 34,3 persen, berbanding 65,7 persen suara Steven Kandouw-Denny Tuejeh.
Ternyata, penilaian minor warga Talaud kepada Elly Lasut salah-satunya dipengaruhi kinerja di bidang kebersihan.
Terpantau, sampah berserakan hampir di setiap sudut Kota Melonguane, ibu kota Kabupaten Kepulauan Talaud.
- Wali Kota Caroll Senduk Pimpin Apel Gelar Pasukan, Pastikan Kesiapan Pengamanan TIFF 2026
- Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar Audiensi dengan Kajati Sulut, Perkuat Dukungan untuk Sukseskan TIFF 2026
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Talaud, Fransiscus Manumpil, langsung mengerahkan jajaran mengangkat sampah yang berserakan.
Fransiscus Manumpil harus kerja ekstra keras membersihkan kota dari ‘kepungan’ sampah yang tak mampu diselesaikan Bupati Talaud sebelumnya.
Bahkan, menurut beberapa petugas kebersihan, mereka belum menerima gaji beberapa bulan terakhir. Sampah yang sudah menggunung belum diangkat.
Kebersihan merupakan kerja normatif setiap pemimpin daerah, mestinya jadi perhatian serius,” jelas pemerhati masyarakat, Ventje Bilusajang, kepada wartawan, Jumat (27/9/2024). (*)








