Tomohon-Pengamanan penyelenggaraan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 menjadi salah satu fokus utama Polres Tomohon. Untuk mendukung suksesnya agenda pariwisata internasional tersebut, Kapolres Tomohon AKBP Novrial Alberti Kombo, S.I.K., M.A.P., mengajak insan pers memperkuat kolaborasi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ajakan itu disampaikan Kapolres saat menghadiri kegiatan Bincang Siang bersama Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pers Republik Indonesia (DPC SPRI) Kota Tomohon di Kafe Baku Jaga, Kelurahan Paslaten, Kamis (30/7/2026).
Dalam sambutannya, Kapolres mengapresiasi terselenggaranya forum diskusi tersebut. Ia mengakui sempat datang terlambat karena masih menyelesaikan tugas kedinasan di Polda Sulawesi Utara dan Polres Tomohon.
Menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang benar, edukatif, dan menyejukkan kepada masyarakat. Sinergi yang kuat antara Polri dan insan pers dinilai penting untuk mencegah penyebaran informasi yang keliru sekaligus menjaga kondusivitas daerah.
“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan media sangat dibutuhkan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh hoaks,” ujar Novrial.
Terkait pelaksanaan TIFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7–12 Agustus 2026, dengan puncak Tournament of Flowers (TOF) pada 8 Agustus, Kapolres memastikan seluruh persiapan pengamanan terus dimatangkan.
Sebanyak 55 personel telah mengikuti simulasi pengamanan, sedangkan total kekuatan yang akan diterjunkan diperkirakan mencapai sekitar 564 personel. Pengamanan melibatkan personel Polres Tomohon, Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polda Sulawesi Utara, serta personel dari sejumlah Polsek di wilayah sekitar.
Ia menegaskan, Polres Tomohon siap mengawal seluruh rangkaian kegiatan TIFF sambil terus menyesuaikan pola pengamanan berdasarkan perkembangan jadwal dari panitia penyelenggara.
Dalam dialog tersebut, Kapolres juga membuka peluang kerja sama dengan SPRI melalui berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat, termasuk penyuluhan di sekolah mengenai penggunaan media sosial secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Selain itu, memasuki musim kemarau, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Para petani diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, sementara masyarakat diingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran.
Apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran lahan, warga diminta segera melapor kepada Polsek, Polres, maupun pemerintah setempat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Mengakhiri pertemuan, AKBP Novrial berharap Kafe Baku Jaga dapat menjadi wadah komunikasi dan silaturahmi antara kepolisian dan insan pers sehingga koordinasi serta pertukaran informasi dapat terus terjalin dengan baik.
Ia menilai nama “Baku Jaga” sejalan dengan semangat program prioritas Polres Tomohon dalam memperkuat kamtibmas, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan, serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
“Sinergi yang baik antara kepolisian dan media akan menjadi kekuatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menjaga Tomohon tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (Bertje)







