Manado-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw (OD-SK) mantapkan persiapan Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri ke-XVI Tahun 2023 di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) 13-23 Juli mendatang.
Dalam persiapannya, Sekretaris Provinsi Sulut Steve Kepel ST MSi langsung memimpin Rapat Teknis Persiapan Pornas Korpri ke-16 di Ruang Rapat Tumbelaka, Kantor Gubernur, Kota Manado, Rabu (5/7/2023).
Atlet yang bakal bertanding di Pornas Korpi tidak hanya berasal dari Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD provinsi melainkan dari seluruh kabupaten/kota se-Indonesia.
Sesuai data yang sudah tervalidasi, Pemprov Sulut akan memberangkatkan sebanyak 142 orang yang terbagi atas 94 atlet dan 48 official atau pelatih yang akan bertanding di sembilan cabang olahraga (cabor).
- Bupati Michael Thungari Resmikan Ruas Jalan Lesabe -Bukide Kecamatan Tabukan Selatan
- Terima Delegasi Uni Eropa di Wisma Negara Bumi Beringin, Gubernur Yulius Paparkan Ekonomi Biru Sulut
- LPM Kota Tomohon Matangkan Pelantikan Pengurus 5 Kecamatan dan 44 Kelurahan, Arnold Poli: Kepengurusan Kami Sah dan Legal
Delapan cabor yang akan diikuti Pemprov Sulut diantaranya Tenis Lapangan, Tenis Meja, Catur, Bulu Tangkis, Basket Ball, Futsal, Gateball dan Senam Bugar.
Steve Kepel mengimbau kepada masing-masing penanggungjawab cabor agar memperhatikan lokasi penginapan para atlet dan pelatih.
“Jangan terlalu jauh dengan stadium, sudah didata paling jauh tiga kilometer, dekat kalau pakai mobil tapi jauh kalau jalan kaki,” imbau Sekprov.
Menurutnya, yang menjadi poin penting di Pornas Korpri yaitu medali emas, sebab tegas Kepel, untuk apa berangkat kalau tidak mencari kemenangan. “Paling penting adalah prestasi dan sportivitas,” ungkapnya.
Kepel kemudian menyarankan agar para koordinator menyiapkan logistik dan kebutuhan yang diperlukan sedini mungkin.
“Jangan berpikir ini cukup untuk sampai penyisihan group,” ujarnya.
Dalam pertandingan nanti, menurut Kepel peran dari koordinator yaitu memotivasi atlet sedangkan peran Pemprov Sulut memotivasi semua baik pelatih atau atlet.
Kepel turut menyentil kebiasaan berswafoto atau foto selfie, Ia pun berpesan agar tidak melakukan hal demikian kecuali mendapatkan medali.
“Hindari ba selfi kecuali juara, karena ini melemahkan peran koordinator,” pesan Sekprov.
Turut hadir Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut Clay Dondokambey, Kadispora Sulut dan para koordinator cabor serta official atlet. (**/J.Mo)






