Redaksisulut-Perkuatan struktur dapat dilakukan pada bangunan yang memang sudah menunjukan tanda-tanda kerusakan. Jenis tanda kerusakan yang bisa muncul sangat beragam, salah satunya retak.
Namun apakah retak pada beton akan selalu membutuhkan proses perkuatan? Apakah ada langkah lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut?
Mari cari tahu apakah retak pada beton selalu membutuhkan perkuatan pada struktur bangunan.
Jenis Retak pada Beton dan Penyebabnya
Penanganan retak pada beton sebenarnya berbeda-beda. Tidak harus selalu dilakukan perkuatan pada struktur bangunan karena tipe retak itu sendiri juga berbeda.
Langkah penanganan atau perbaikan retak pada beton perlu menyesuaikan jenis dan penyebab keretakan itu sendiri. Secara garis besar, retak pada beton dibagi menjadi retak struktural dan non-struktural.
-
Retak Struktural
Jenis pertama adalah retak struktural beton. Ini merupakan tipe retakan yang terjadi pada elemen utama dari pemikul beban bangunan.
Elemen utama yang dimaksud di sini sangat beragam. Mulai dari kolom bangunan, balok, pelat lantai, juga pondasi bangunan itu sendiri.
Nantinya retak struktural ini akan mempengaruhi kekuatan struktur bangunan secara langsung. Hal ini disebabkan oleh kondisi retak tersebut langsung mengenai elemen utama pada struktur bangunan.
Jenis retak struktural juga memiliki ciri khas tertentu. Ukuran retaknya berukuran lebih dari 2mm. Lebar retak akan lebih besar dari batas aman standar teknik atau SNI.
Retak struktural juga memiliki kecenderungan untuk bertambah lebar dari waktu ke waktu. Hal ini memicu kemungkinan retak akan menembus ketebalan beton sampai ke struktur bagian dalam.
Faktor penyebab retak struktural sangat beragam. Mulai dari beban berlebih, korosi pada tulangan besi, kesalahan dalam desain, dan pergerakan pondasi.
-
Retak Non-Struktural
Kemudian ada jenis retak non-struktural. Sesuai namanya, kondisi retak ini tidak sampai pada bagian struktur dalam. Berkebalikan dengan retak struktural, retak jenis ini tidak mengenai elemen utama.
Retakan ditemukan pada bagian permukaan atau elemen non-beban. Biasanya kondisi retak seperti ini banyak ditemukan pada dinding bata dan plesteran atau acian.
Melihat kondisi dan letak retak, dapat disimpulkan bahwa retak non-struktural tidak langsung mempengaruhi dan merusakan keamanan struktur bangunan.
Ciri-ciri retak non-struktural adalah ukurannya cukup halus. Kemudian retak cukup dangkal dan polanya terlihat acak.
Penyebab retak non-struktural sangat beragam. Bisa terjadi karena kelebihan kandungan air, penyusutan plester setelah mengering, dan perbedaan pemuaian antar jenis material.
Bisa dikatakan bahwa jenis retak seperti ini tergolong sebagai kerusakan ringan. Tingkat keparahannya lebih ringan dibanding retak struktural yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Kapan Retak Membutuhkan Perbaikan dan Perkuatan Struktur
Dari penjelasan mengenai perbedaan jenis retak, dapat diketahui bahwa ternyata bentuk retak dan dampak kerusakannya berbeda. Hal ini menyebabkan proses perbaikan yang dibutuhkan jug berbeda.
Jika retak hanya berlangsung di permukaan dan berupa retak non-struktural maka tidak perlu dilakukan perkuatan struktur. Retak jenis ini hanya membutuhkan repair untuk memperbaiki retak di permukaan.
Namun jika retak sudah cukup dalam, mengenai elemen utama dan merupakan jenis retak struktural maka perlu dilakukan strengthening. Opsi ini untuk memperbaiki retak hingga ke dalam dan memberi kekuatan yang optimal.
Tentunya harus dilihat dengan cermat seperti apa retak yang terjadi. Kerusakan harus dilihat dengan baik sudah sampai mana dan apakah kondisi retak sudah sampai ke elemen utama atau belum.
Proses observasi yang baik akan membantu menentukan sejauh apa kondisi retak yang sudah terjadi.
Jika memang retaknya sudah dalam dan bersifat struktural maka tidak akan cukup hanya dengan perbaikan di permukaan. Pastikan harus ada perkuatan struktur dalam proses perbaikannya.
Pilihan Material Terbaik untuk Perkuatan Struktur
Retakan yang membutuhkan perkuatan struktur tentunya harus dilakukan dengan material yang berkualitas tinggi. Di sini Anda bisa memakai produk semen dari Sika yang sudah terbukti baik kualitasnya. Pilihan produk yang bisa digunakan adalah Sika MonoTop – 613 IND, Sika CarboDur, dan SikaWrap.
Sika MonoTop – 613 IND adalah jenis material yang punya spesifikasi unggul dan banyak kelebihan. Bahan ini sangat cocok dipakai untuk perbaikan struktur beton melalui proses grouting.
Sika Monotop – 613 IND adalah varian material patching yang memakai bahan dasar semen dan serat fiber. Selain itu, material satu ini juga menggunakan modifikasi polimer yang dikenal efektif untuk memperbaiki kerusakan pada struktur dinding beton.
Sika CarboDur juga dapat jadi pilihan karena memiliki kekuatan mekanis yang sangat baik dan terdiri dari satu komponen sehingga mudah diaplikasikan. Konsistensinya juga sangat bagus dan kekuatan akhirnya sangat tinggi.
Sika punya pengalaman selama 115 tahun melayani berbagai jenis proyek besar. Salah satunya adalah proyek Jembatan Sungai Colorado yang ada di Amerika Serikat merupakan salah satu proyek besar dari Sika. Sika juga merupakan brand pertama sekaligus pencetus semen waterproofing di Indonesia.
Produk Sika adalah material berkualitas tinggi dan bisa diandalkan dalam proses perkuatan struktur. Segera konsultasikan kebutuhan pemakaian material Sika sesuai proyek Anda bersama tim teknis melalui kontak resmi: Kontak/Dukungan Sika Indonesia. (*)






