Morut-Kepala Gudang Bulog Tompira Kabupaten Morowali Utara ( Morut), Satrio H Usman, menjelaskan, persediaan beras milik Pemerintah yang hendak di suplai untuk 122 Desa dan 3 Kelurahan di Morut pada tahap 1 ini, tidak berpengaruh dengan kenaikan harga beras yang terjadi di pasaran saat ini.
“Stok beras di gudang Bulog saat ini, tercatat sebanyak 250.000 kg atau 2,5 Ton. Bahkan pada tahap 1 di Januari 2024, stoknya sudah di droping sejumlah 80.900 kg di 10 Kecamatan yang ada di Morut, ” jelas Rio sapaan akrabnya, kepada sejumlah wartawan dikantornya, belum lama ini.
Berkaitan dengan pendistribusian untuk tahap 1 sampai Juni 2024 nantinya, stoknya sudah ada tinggal menunggu droping saja, sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan Disperindakop Morut.
“Pendistribusian dalam setiap bulannya, di sesuaikan dengan data yang di keluarkan oleh Pemda Morut,” katanya.
- Kementerian ATR/BPN, KPK, Dan Pemda Jawa Barat Sepakati Kerja Sama, Upaya Pencegahan Korupsi Serta Penguatan Ekonomi Daerah
- Rakor Bersama Pemda Se-NTT, Menteri Nusron Minta Dukungan Kepala Daerah Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan
- Cegah Masalah di Masa Depan, Menteri Nusron Ajak Pemda Percepat Sertipikasi Tanah Rumah Ibadah di NTT
Disinggung soal peran pihak Bulog dalam mengantisipasi harga beras di pasaran saat ini, pihaknya telah memiliki yang namanya Rumah Pangan Kita. Outlet tersebut merupakan binaan PT Bulog yang merupakan Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Biasanya Rumah Pangan Kita tersebut, berada di kompleks pasar umum, dengan cara melakukan pendistribusian beras milik Bulog, di sesuaikan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), Rp. 10.900 /kg, ” ujar Rio.
Sekedar diketahui untuk stok beras Bulog yang ada di gudang Tompira areal Kolonodale Kabupaten Morut dan Morowali Bungku masih berada di bawah naungan kantor Bulog Poso. (*/NAL)








