Bitung, Redaksisulut – Dalam rangka hari perempuan atau International Women’s Day, Aliansi Perempuan Bitung Bersuara gelar aksi damai. Selasa, (9/3/2021).
Aksi yang dilaksanakan di pusat Kota, Kecamatan Maesa ini menerapkan protap kesehatan dan dalam aksi mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian.
Sementara itu, perwakilan Aliansi Perempuan Bitung Bersuara Fauziah Tompoh menyampaikan bahwa International Women’s Day mengangkat tema Perempuan memilih untuk melawan.
“Isu aliansi Perempuan Bitung Bersuara berfokus pada RUU PKS dan isu turunan yakni tentang diskriminasi Perempuan, eksploitasi Perempuan dan sebagainya”. Katanya.
- Komisi III Deprov Gorontalo Bahas Layanan Medical Check-Up Terintegrasi di RSPAD
- Diduga Berselisih, Satpam Ditemukan Tewas Dengan Tangan Terborgol di Waduk Jatiluhur Purwakarta
- Sambut HUT ke-81 RI, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Pastikan Keandalan Pembangkit Listrik untuk Mendukung Ketahanan Energi Listrik di Sulawesi Tengah
Ia juga menyampaikan bahwa, Aliansi Perempuan Bitung Bersatu baru terbentuk tiga hari yang lalu, pada hari Sabtu dan dalam aksi ini, ingin mengajak seluruh perempuan yang ada di Kota Bitung untuk sama-sama memperjuangkan hak-haknya sebagai perempuan.
“Harapan kedepan, perempuan harus berani menyuarakan hak-haknya sebagai manusia yang setara dengan laki laki, jangan mau didikte laki-laki, perempuan harus berani berbicara terkait apapun karena perempuan punya power yang sama dengan laki-laki jadi semua perempuan harus membuktikan bahwa dirinya layak berkonstribusi”. Tegas Fauziah.
Dalam aksi terlihat beberapa perempuan membentangkan spanduk bahkan kertas bertuliskan, Perempuan bukan untuk ditindas tapi untuk dihormati dan dilindungi!!, Semua cewek unik, semua cewek cantik, semua cewek menarik #choosetochallenge #iwdbtg2k21, Stop perdagangan perempuan, Perempuan bukan properti, Tubuhku otoritasku, Stop pelecahan seksual, sahkan RUU PKS dan Tubuhku tak salah, otakmu yang bermasalah. (Wesly)






