Tahuna – Menjerat 4 tersangka kasus Internet Desa (InDes), dikabupaten kepulauan Sangihe sejak 3 tahun lalu masih bergulir . Hal ini memicuh atensi dari aktifis Engel Simon yang mendesak pihak Aparat Penegak Hukum (APH) secepatnya menuntaskan kasus ini.
” Masyarakat selalu mempertanyakan penuntasan kasus InDes ini kepada kami, sehingga menurut informasi akan ada susulan gelombang demo besar-besaran yang secara spontan dari masyarakat, mungkin ribuan yang akan turun, apabila Aparat Penegak Hukum (APH) lambat untuk menuntaskan kasus InDes ini,” ungkap Engel Simon mewakili Aliansi Aktivis Pro Justicia.
Menanggapi pernyataan Engel Simon Ketua Komisi Cabang (Komcab) LPK-PK Sangihe, Johan Adler Fredrik Lukas mengatakan demo tersebut bisa saja terjadi atas kemauan dari masyarakat yang menginginkan daerah Sangihe bebas dari korupsi.
“Bisa saja terjadi demo besar-besaran, sebab masyarakat sudah resah dan banyak yang paham, sehingga kemungkinan ada 1000-an lebih warga masyarakat yang akan tergabung pada demo itu. Dan tentunya tetap memakai prinsip yang dinamakan demo damai, karena akan mengantongi surat ijin resmi dari pihak Kepolisian,” urai Lukas kepada media. (Yoss)
- Akrab dan Penuh Rasa Syukur, Warga RT 04 Desa Lebak Anyar Gelar Syukuran Bersama Bhabinkamtibmas dan Tokoh Masyarakat
- Meriah dan Penuh Kehangatan, Warga RT 16 Lebak Anyar Gelar Lomba Pukul Plastik Peringati HUT ke-81 RI
- Piala Soeratin U-17 Perebutkan Trofi Gubernur Sulut, PSKT Tomohon Jadi Tuan Rumah







