Mitra – Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi Sulut ikut mengambil bagian dalam kepedulian atas bencana alam banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).
Kepedulian itu ditunjukkan dengan melakukan aksi sosial berupa sumur gali di lokasi bencana, sekaligus membagikan bahan kebutuhan pokok.
Kegiatan ini digelar dalam kerjasama dengan Poltekes Kemenkes Manado Jurusan Kesehatan Lingkungan, dan dilaksanakan pada Sabtu (25/09) akhir pekan kemarin, dipimpin Ketua HAKLI Sulut, Tony Kurtis Timpua SPd MKes. “Kita tahu bahwa air bersih menjadi salah satu kebutuhan pokok yang sangat mendesak untuk dipenuhi. Maka kita perhatian terhadap hal tersebut,” katanya.
Timpua menjelaskan, normalisasi yang dimaksud adalah dengan menyedot dan mengeluarkan lumpur yang mengendap di sumur, sekaligus juga menyedot airnya agar dapat terganti dengan air baru dari mata air.
- PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan Sejak Dini, Siswa TK Al-Irsyad Gorontalo Belajar Bahaya Listrik Lewat Cara Menyenangkan
- Audiensi Wamenkes RI, Bupati Delis Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Morut
- HUT ke-62 Sulut, 69 Sertipikat Aset Pemprov Diserahkan, Pemerintah Perkuat Benteng Hukum Aset Daerah
“Kita memulai kembali dengan pertanyaan masalah, hasilnya ada lima sumur yang harus dibersihkan agar dapat digunakan untuk sumber air minum dan air bersih, yakni dua sumur di Pangu dan dua sumur di Wioi,” terangnya disertai Joy Sambuaga MKes, di Poltekkes Kemenkes Manado Kesehatan Lingkungan.
Dalam kesempatan yang sama, HAKLI juga memberikan paket bahan pokok bagi masyarakat yang menemukan bencana. Kegiatan yang dilaksanakan hingga malam hari ini juga melibatkan HAKLI Kabupaten Mitra, alumni dan mahasiswa Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Manado, DLH Kabupaten Mitra, BPBD, Dinas Kesehatan, KKP Manado, dan BTKL Manado. Ikut menyaksikan kegiatan ini adalah Asisten I Sekdakab Mitra, Jani Rolos. (*/T3)
