Konsultasi Nasional Pemuda PGI 2026: Menyatukan Visi, Menjawab Tantangan Zaman di Manado

oleh -957 Dilihat

Manado-Setelah sempat vakum beberapa tahun, forum pemuda gereja tingkat nasional kembali bergema di Manado. Konsultasi Nasional (Konas) Pemuda Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) 2026 resmi dibuka Jumat (6/11/2026) di Kampus Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Sulawesi Utara. Lebih dari 100 peserta, yang mewakili ketua pemuda sinode dari berbagai daerah di Tanah Air, berkumpul untuk menyatukan visi dan merumuskan arah gerakan pemuda gereja ke depan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Umum Panitia, Rio Dondokambey, B.Sc., M.M., yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Sinode GMIM. Dalam keterangannya, Rio menyebut Konas Pemuda PGI bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan ruang konsolidasi yang lahir dari kebutuhan untuk kembali mempererat jaringan antarpemuda gereja pasca-kevakuman.

“Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai awal untuk membangun kembali komunikasi yang kuat antar-sinode. Hampir 80 persen anggota PGI hadir secara langsung, sisanya mengikuti secara daring. Ini menunjukkan bahwa keinginan untuk kembali bergerak bersama sangat besar,” ujar Rio kepada awak media di sela pembukaan kegiatan.

Selama tiga hari, peserta tidak hanya berdiskusi soal agenda internal organisasi. Konas Pemuda PGI 2026 dirancang untuk menjembatani pelayanan gereja dengan dinamika pembangunan nasional. Hal ini terlihat dari kehadiran Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Puan Maharani, yang secara khusus membuka kegiatan dan memberikan arahan kepada para peserta.

Dalam sambutannya, Puan Maharani menekankan bahwa kehadiran pemuda gereja tidak boleh terasing dari persoalan bangsa. Di tengah arus informasi yang deras dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang kian cepat, peran generasi muda justru semakin strategis.

“Pemuda gereja tidak hanya dituntut aktif dalam kehidupan organisasi dan pelayanan keagamaan, tetapi juga harus mampu mengambil bagian dalam menjawab persoalan sosial serta tantangan kebangsaan. Di tengah banjir informasi, kemampuan berpikir kritis menjadi bekal utama agar generasi muda mampu memilah fakta, opini, dan hoaks,” ungkap Puan.

Puan juga mengingatkan bahwa persatuan dan toleransi yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia memerlukan perawatan terus-menerus, dan di situlah peran pemuda—termasuk pemuda gereja—sangat diperlukan.

Kehadiran tokoh-tokoh lintas sektor turut memperkuat penyelenggaraan tahun ini. Terlihat hadir Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan, Ketua II MPH PGI sekaligus Gubernur Sulawesi Utara periode sebelumnya, Prof. Dr. (H.C.) Olly Dondokambey, S.E., serta Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd.

Rio berharap pertemuan tiga hari ini tidak melahirkan sekadar janji-janji, melainkan rekomendasi konkret yang dapat disampaikan kepada pemerintah dan dijalankan bersama di tingkat daerah. Hasil dari Konas Pemuda PGI 2026 nantinya akan menjadi pijakan baru bagi arah pelayanan pemuda gereja di seluruh Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

“Keberhasilan forum ini tidak diukur dari siapa yang hadir atau seberapa meriah acaranya, melainkan dari apa yang bisa kita hasilkan dan laksanakan bersama setelah ini. Semoga Manado menjadi awal yang baik untuk pemuda gereja Indonesia yang lebih bersatu,” tutup Rio.

Kegiatan ini dijadwalkan berakhir pada Minggu (8/11) dengan penutupan dan penyampaian hasil rekomendasi bersama.*

No More Posts Available.

No more pages to load.