1 Luka Parah, 5 Korban Kebakaran KM Anaya Berhasil Dievakuasi

Bitung- Direktorat Polairud Polda Sulut, berhasil melakukan evakuasi terhadap korban kebakaran Kapal Motor (KM) Anaya dilaporkan terbakar di perairan laut Maluku, Kamis 26 Maret 2026 siang menjelang sore.

Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas mengatakan, timnya menurunkan 6 personil bersama personil dari Basarnas dan BPBD Bitung, melakukan evakuasi korban dengan menggunakan kapal SBU milik Airud. “Tim kami berhasil menemukan kapal KM Anay bersama para ABK dan didapati 1 korban luka parah sudah dipindahkan ke kapal Airud,” jelas Bayuaji.

Tim Polairud dan lainnya berhasil menemukan kalal yang diduga mesinnya meledak, sekitar pukul 21.00 wita. “Tim evakuasi ssmua dalam keadaan baik, meski kondisi cuaca kurang bersahabat. Diperkirakan akan tiba di Mako Polairud sekitar pukul 21.00 wita,” ujarnya.

Dari insiden itu, dikabarkan lima orang anak buah kapal (ABK) KM Anaya mengalami luka bakar serius, saat mencoba memadamkan api di ruang mesin. Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manado mengerahkan tim rescue dalam operasi pencarian dan pertolongan. Kantor Basarnas Sulut langsung memberangkatkan tim rescue menuju titik intercept menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB).

“Sebanyak 5 orang ABK dilaporkan mengalami luka bakar, dengan satu korban dalam kondisi luka bakar berat dan membutuhkan evakuasi medis segera. Saat ini kapal bergerak menuju Pelabuhan Bitung dengan kecepatan sekitar 6–7 knot,” kata Humas Basarnas Sulawesi Utara (Sulut), Nuriadin Gumeleng.

Lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 1°54’10.62″ LU dan 126°23’49.98″ BT, dengan jarak sekitar 87 nautical mile arah timur laut dari Kantor SAR Manado dan 78 nautical mile dari Unit Siaga SAR Bitung.

Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur, antara lain Tim Rescue Kantor SAR Manado, Polairud Bitung, Unit Siaga SAR Bitung, Unit Siaga SAR Likupang, serta BPBD Bitung dengan total puluhan personel yang dilengkapi dengan peralatan komunikasi, medis, serta sarana pendukung lainnya.

Hingga saat ini, seluruh korban berjumlah 5 orang masih dalam status dalam penanganan. Sementara data identitas korban masih dalam proses pendataan. (hzq)

Loading