Kotamobagu-Pemberitaan miring terkait pengrusakan tanaman diperkebunan Mopait dibantah oleh Sangadi Suriyadi Datundugon, Jumat (12/01/2024). Sebab apa yang diberitakan oleh salah satu media online diduga tidak benar dan justru mengada-ada.
Berita salah satu media online yang memuat pernyataan salah satu warga Kotabangon bernama Subianto Mokodompit menuduh bahwa Sangadi telah merusak tanaman warga dan akan melaporkan kepihak berwajib terkesan menyudutkan sangadi Mopait dan tanpa data yang falid.
Sangadi Mopait Suriyadi Datundugon kepada media redaksisulut.com mengatakan bahwa apa yang disampaikan melalui pemberitaan itu tidak benar dan justru terkesan hoax dan berita itu juga tidak melalui konfirmasi kepadanya.
“Memang ada salah satu wartawan media hubungi ke saya melalui via telpon,saya memang tidak sempat angkat karena saya lagi ada kegiatan di Hotel Sutan Raja,dia juga hubungi melalui WA tapi saya tidak balas karena saya tidak tau nomor siapa itu,harusnya dia datang dirumah dan konfirmasi,”Ucap Suriyadi Datundugon.
- HKG PKK Ke-54, Pemprov Sulut Dorong Penguatan Peran Kader Menuju Indonesia Emas 2045
- Bupati dan Wakil Bupati Sangihe Tinjau Sekaligus Serahkan Bantuan Kepada Masyarakat Kecamatan Marore Yang Terdampak Musibah Gempa
- Pembukaan FBKM 2026 Berlangsung Meriah, Walikota Andrei Angouw Ingatkan MBW Ruang Publik Masyarakat Manado
Ditanya tentang pernyataan salah satu warga Kotobangon terkait perusakan tanaman,Sangadi Suriyadi Datundugon sampaikan bahwa tidak ada tanaman cengkih yang dirusak dan terkait tanaman yang dipermasalahkan itu, saya sudah sampaikan agar pemilik lahan bawa surat kepemilikan lahan dan bukti SPPT atau bukti pembayaran pajak,” Ungkap Sangadi.
Sangadi Mopait menambahkan bahwa masalah bambu yang dirusak itu bukan sengaja dirusak tapi karena bambu itu sudah masuk dibahu jalan dan membahayakan pengguna jalan.
“Kebetulan karena ada perbaikan jalan perkebunan,maka sebelum perbaikan jalan sudah dilakukan dua kali pertemuan dan itu hanya membahas tentang perbaikan jalan yaitu dengan kerja bakti oleh seluruh masyarakat Mopait,bahkan warga kelurahan Kotobangon yang mempunyai lahan di wilayah perkebunan Desa Mopait juga semuanya diundang,”Pungkas Suriyadi Datundugon. (Midi)






