Manado-Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus,SE, mengajak seluruh masyarakat menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan generasi mendatang.
Ajakan itu disampaikan Gubernur Yulius saat memimpin peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di kawasan Malalayang Beach Walk (MBW) II Manado, Kamis (5/6/2026).
Menurut Gubernur Yulius, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Ketika kita menjaga alam, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan anak cucu kita,” ujar Gubernur.
- Pelantikan Penjabat Sekretaris Daerah, Plt. Bupati Heronimus Makainas Tekankan Penguatan Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik
- KMP Fery Dolosi Off Jumat 31 Juli 2026, Amos : Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi di Akun Facebook Dishub Morut
- Hadiri Pengarahan Tenaga Ahli Kementerian ATR/BPN RI, Zaldi Amir : Kantah ATR/BPN Morut Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan
Ia mengatakan, ancaman perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan kerusakan ekosistem harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, masyarakat diajak mulai melakukan langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan, hingga melindungi kawasan pesisir dan laut.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Yulius juga memaparkan capaian positif kualitas lingkungan hidup Sulawesi Utara.
Berdasarkan data Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) tahun 2025, Sulut mencatat nilai 80,93. Angka itu didukung Indeks Kualitas Udara sebesar 84,47, Indeks Kualitas Air Laut 83,79, Indeks Kualitas Air 77,29, serta Indeks Kualitas Tutupan Lahan 76,75.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kondisi lingkungan Sulut masih dalam kategori baik dan harus terus dijaga secara berkelanjutan.
Mengusung tema “Inspired by Nature: For Climate, For Our Future”, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam.
Gubernur Yulius menegaskan, pembangunan daerah harus tetap berjalan seimbang dengan upaya perlindungan lingkungan hidup agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.
“Hutan yang hijau, laut yang bersih, sungai yang terjaga dan udara yang sehat adalah modal utama pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya. (*JM)






