12 Inovasi Iklim Pemuda Minut Lolos Microgrant YCAF, Novly Wowiling Tekankan Aksi Nyata

oleh -0 Dilihat

Minut– Sebanyak 12 kelompok pemuda di Kabupaten Minahasa Utara ditetapkan sebagai penerima Microgrant Youth Climate Action Fund (YCAF) 2026. Mereka akan mengembangkan berbagai inovasi untuk menjawab persoalan lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, restorasi mangrove dan terumbu karang hingga pemanfaatan teknologi untuk mitigasi perubahan iklim.

Penetapan tersebut diumumkan dalam kegiatan yang berlangsung di atrium lantai 1 Kantor Bupati Minahasa Utara, Senin (12/10/2026), setelah melalui proses seleksi dan penilaian oleh Dewan Juri Independen.

Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Ir. Novly Geret Wowiling, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Joune J.E. Ganda, secara resmi membuka kegiatan pengumuman hasil penilaian sekaligus penetapan penerima microgrant.

Dari 54 kelompok pemuda yang mengikuti program YCAF North Minahasa 2026, sebanyak 12 kelompok berhasil masuk daftar penerima berdasarkan hasil penilaian juri. Sebelumnya, proses seleksi telah melewati tahapan presentasi terhadap 20 kelompok terbaik.

Program yang didukung Bloomberg Philanthropies ini memberikan peluang pendanaan sebesar 1.000 hingga 5.000 dolar AS bagi kelompok terpilih untuk merealisasikan gagasan aksi iklim yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan masyarakat.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Novly Wowiling, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Bupati Joune Ganda menilai, kreativitas dan kepedulian pemuda perlu diarahkan menjadi gerakan konkret yang mampu menjawab persoalan lingkungan di daerah.

“Program Youth Climate Action Fund bukan sekadar kompetisi gagasan, melainkan kesempatan bagi generasi muda untuk membuktikan bahwa kreativitas, inovasi, dan kepedulian mereka mampu menghadirkan perubahan nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” demikian pesan Bupati dalam sambutan tersebut.

Ia berharap para penerima dapat mengelola dukungan pendanaan secara bertanggung jawab, sehingga setiap proyek tidak berhenti pada konsep, tetapi benar-benar dilaksanakan dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Dua belas kelompok penerima microgrant mengusung gagasan yang beragam, sesuai dengan persoalan dan potensi wilayah masing-masing. Sejumlah proyek menitikberatkan pada konservasi ekosistem pesisir, sementara lainnya mengembangkan teknologi pemantauan lingkungan, pengelolaan sampah dan ketahanan sumber daya air.

Berikut daftar penerima Microgrant YCAF North Minahasa 2026 berdasarkan urutan peringkat:

  1. Fountaine Squad – SMA UNKLAB, melalui proyek Solar Water Harvesting Pintar.
  2. Karang Taruna Desa Kinabuhutan, melalui proyek integrasi pengolahan sampah pesisir dan konservasi mangrove berbasis ekonomi komunitas.
  3. Pemuda Katolik Komisariat Minahasa Utara, melalui proyek Darunu Youth Mangrove Resilience.
  4. Terra Rangers SMA UNKLAB, melalui proyek Fire-Risk IoT Station, yakni pemantauan risiko kebakaran hutan dan peringatan dini berbasis masyarakat.
  5. Pemuda Selam Seluruh Indonesia, melalui proyek Youth Coral Guardians.
  6. SMP Negeri 3 Likupang Timur, melalui proyek Garda Laut Muda, berupa aksi restorasi terumbu karang dan mitigasi dampak perubahan iklim.
  7. SMK Laikit – UKS INTI, melalui proyek Mina Sirkular Berbasis BSF.
  8. KPA Likupang, melalui proyek Minahasa Utara Green Resilience Project: Torang Jaga Alam, Alam Jaga Torang.
  9. Garda Mangrove Palaes, melalui proyek mangrove pesisir dan lingkungan laut.
  10. Mangrove Youth Guardians Mantehage, melalui proyek restorasi mangrove untuk membangun pesisir Pulau Mantehage yang tangguh terhadap perubahan iklim.
  11. Tim Pemuda Peduli Iklim Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Klabat, melalui proyek Jaga Likupang, berupa restorasi mangrove dan aksi bersih sampah pesisir untuk mendukung pariwisata berkelanjutan.
  12. Pemuda Bahari Gangga I, melalui proyek Waste Recycling for a Healthy Environment.

Penilaian dilakukan oleh lima anggota Dewan Juri Independen yang berasal dari kalangan akademisi dan profesional, yakni Bobby Hamenda, M.Si., MIntDevEc; Dr. Lady Grace Jane Giroth, S.S., M.Si., M.Pd.; Hizkia H. D. Tasik, Ph.D.; Mercy Maggy Franky Rampengan, S.Pi., M.App.Sc., Ph.D.; serta Piet Hein Pusung, S.STP., M.Si.

Keterlibatan juri dari berbagai disiplin ilmu diharapkan memastikan proyek terpilih memiliki gagasan inovatif sekaligus relevan dengan kebutuhan lingkungan dan masyarakat Minahasa Utara.

City Lead YCAF North Minahasa 2026, Sefferson Sumampouw, S.STP., S.IP., M.Si., yang juga menjabat Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Minahasa Utara, menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini menghadapi tantangan geografis karena wilayah Minahasa Utara mencakup daratan, pesisir dan kepulauan.

Keterbatasan jaringan internet, transportasi dan akses informasi di sejumlah wilayah menjadi perhatian tim pelaksana. Karena itu, sosialisasi dan pendampingan dilakukan secara langsung agar kesempatan mengikuti program tidak hanya dinikmati kelompok pemuda di wilayah yang aksesnya lebih mudah.

Penjangkauan tersebut turut menyasar Pulau Bangka, Gangga, Talise, Nain dan Mantehage.

“Kami ingin memastikan bahwa kesempatan mengikuti YCAF terbuka bagi generasi muda di seluruh wilayah Minahasa Utara, termasuk mereka yang berada di pulau-pulau. Potensi dan kreativitas pemuda tidak boleh dibatasi oleh kondisi geografis. Justru dari wilayah kepulauan dapat lahir inovasi lingkungan yang memberikan dampak besar bagi masyarakat,” ujar Sefferson.

Menurutnya, penetapan 12 penerima bukanlah akhir dari pelaksanaan program. Tahap berikutnya adalah merealisasikan proyek, memperkuat kapasitas kelompok, serta memantau hasil dan dampak kegiatan di lapangan.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah kelompok yang mendapatkan pendanaan, tetapi juga dari kemampuan proyek menyelesaikan persoalan lingkungan, melibatkan masyarakat dan menghasilkan manfaat setelah program berakhir.

Pelaksanaan YCAF North Minahasa 2026 menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara memperluas keterlibatan pemuda dalam pembangunan berkelanjutan melalui dukungan dan kolaborasi internasional.

Melalui dukungan Bloomberg Philanthropies dan kerja sama dengan berbagai mitra, kelompok pemuda memperoleh kesempatan untuk mengembangkan gagasan, mengakses pendanaan dan memperkuat kapasitas dalam menjalankan aksi iklim.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung berharap 12 kelompok terpilih dapat menjadi penggerak kepedulian lingkungan di komunitas masing-masing.

Tantangan berikutnya kini berada pada pelaksanaan. Gagasan yang telah dinilai layak harus diterjemahkan menjadi kegiatan nyata, dengan hasil yang dapat dirasakan masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap upaya menghadapi perubahan iklim.

Dengan demikian, YCAF diharapkan tidak sekadar melahirkan penerima microgrant, tetapi juga membangun kepemimpinan generasi muda yang mampu menggerakkan solusi lingkungan secara berkelanjutan di Minahasa Utara. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.