Morut-Kebakaran melanda Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Peboa di Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Kamis (01/05/2025) sekitar pukul 12.00 Wita.
Insiden yang di duga akibat korsleting listrik ini menyebabkan dua ruang kelas, yaitu kelas 1 dan kelas 2, mengalami kerusakan parah dan saat ini tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Warga bersama Tim Pemadam Kebakaran PT Agro Nusa Abadi (ANA), anak perusahaan dari PT Astra Agro Lestari (AAL) Tbk, bergerak cepat dalam merespons kejadian ini.
Berkat kerja sama antara masyarakat dan unit pemadam dari perusahaan, api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepala Desa (Kades) Peboa, Julison Pouraga, menyampaikan, Pemerintah Desa (Pemdes) telah mengambil langkah darurat dengan menawarkan penggunaan balai desa dan kantor desa lama sebagai ruang belajar untuk sementara.
- PT Jasa Raharja Sudah Salurkan Rp5,7 Miliar Bagi 416 Korban Lakalantas di Sulut
- Wakili Plt Bupati, Novia Tamaka Hadiri Peresmian SPPG Polres Kepulauan Sitaro
- Sekwan Silangen Terima Kunjungan Siswa Manado Independent School : Berikan Wawasan Mengenai Tata Kelola Pemerintahan, Layanan Publik dan Fungsi Legislatif
“Kami berharap, pihak-pihak terkait dapat memberikan bantuan agar proses pemulihan dan kegiatan belajar mengajar bisa segera berjalan normal kembali,” ungkap Julison.
Sementara itu, Administratur PT ANA, Rendy H Prabowo, menegaskan, komitmen perusahaan dalam merespons situasi darurat di sekitar wilayah operasionalnya.
“Sebagai Perusahaan yang dekat dengan Desa Peboa, kami segera mengerahkan unit dan Personil untuk membantu proses pemadaman,” ujarnya.
Asisten Fire PT ANA, Achmad Nur, menambahkan, pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari Pemdes.
“Dengan peralatan yang kami miliki dan tim yang terlatih, proses pemadaman berlangsung kondusif. Kolaborasi antara Perusahaan, Pemerintah, dan masyarakat sangat efektif dan yang terpenting, tidak ada korban jiwa,” katanya.
Pihak sekolah dan Pemdes kini tengah menanti dukungan lebih lanjut agar fasilitas pendidikan di Peboa dapat segera dipulihkan. (*/NAL)








