Tomohon-Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G. A. Rumajar, SE, M.I.Kom, menegaskan pentingnya menjaga keindahan dan kenyamanan kota menjelang pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2025. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sejumlah taman dan pot bunga yang kerap hilang dari tempat umum. Kamis (31/07/2025).
“Pot bunga yang hilang bukan hanya merusak estetika, tapi juga mencerminkan kurangnya kepedulian. Kami harap masyarakat ikut menjaga apa yang sudah ditata,” ujar Sendy dalam rapat koordinasi panitia TIFF.
Ia menambahkan bahwa Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) sedang menata ulang taman-taman bunga di Kota Tomohon. Dinas Pertanian juga fokus memperindah area show window, sementara Kepolisian dan jajaran Polres Tomohon akan memperkuat patroli keamanan guna mencegah pencurian dan menjaga ketertiban umum.
Rapat tersebut juga dipimpin oleh Ketua Panitia TIFF 2025, Vonny Josefien Pangemanan, yang menyampaikan bahwa panitia kini telah siap 100%, bahkan lebih. Tema tahun ini adalah “Unite to be Great”, yang mencerminkan semangat kolaborasi dan kebersamaan dalam menyukseskan event berskala internasional tersebut.
- HKG PKK Ke-54, Pemprov Sulut Dorong Penguatan Peran Kader Menuju Indonesia Emas 2045
- Bupati dan Wakil Bupati Sangihe Tinjau Sekaligus Serahkan Bantuan Kepada Masyarakat Kecamatan Marore Yang Terdampak Musibah Gempa
- Pembukaan FBKM 2026 Berlangsung Meriah, Walikota Andrei Angouw Ingatkan MBW Ruang Publik Masyarakat Manado
“Kami fokus pada sinergi antar seksi dan penonjolan potensi lokal, khususnya UMKM. TIFF bukan hanya parade bunga, tapi etalase Kota Tomohon,” kata Vonny.
Dari sisi teknis, tercatat 29 float telah dipastikan ikut, serta partisipasi dari 4 kabupaten/kota lainnya yang menambah semarak festival.
Judhistira Siwu, SE, M.Si, turut menyoroti pentingnya peran Generasi Z dan kekuatan media sosial dalam promosi wisata. “Tomohon adalah kota bunga bukan hanya saat TIFF, tapi sepanjang tahun. Gen Z dan komunitas seperti Genpi bisa menjadi penggerak utama promosi digital kita,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan TIFF dan pengembangan pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, melainkan memerlukan sinergi Pentahelix, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan media.
TIFF 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi, tetapi juga pendorong utama pertumbuhan ekonomi lokal dan penguatan citra Kota Tomohon sebagai kota bunga di kancah internasional. (Bert)






