Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_terms' doesn't exist]SELECT DISTINCT t.term_id, tr.object_id
FROM wpem_terms AS t INNER JOIN wpem_term_taxonomy AS tt ON t.term_id = tt.term_id INNER JOIN wpem_term_relationships AS tr ON tr.term_taxonomy_id = tt.term_taxonomy_id
WHERE tt.taxonomy IN ('category', 'post_tag', 'post_format', 'newstopic') AND tr.object_id IN (203670, 203661, 203654)
ORDER BY t.name ASC
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_usermeta' doesn't exist]SELECT user_id, meta_key, meta_value FROM wpem_usermeta WHERE user_id IN (1,31,8) ORDER BY umeta_id ASC
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID IN (1,31,8)
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '1' LIMIT 1
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '31' LIMIT 1
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '8' LIMIT 1
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '23' LIMIT 1
Gorontalo-Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, mendapat undangan khusus untuk menghadiri peluncuran buku terbaru karya Prof. Dr. Connie Rahakundini Bakrie, yang berjudul “Dari Mimpi Peradaban Menuju Kelahiran Bangsa Berkesadaran.”
Kehadiran Ridwan mewakili kalangan politisi dan anggota legislatif dari Gorontalo, dalam sebuah forum bergengsi yang mempertemukan intelektual, politisi, dan tokoh-tokoh nasional lintas generasi. bertempat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (17/6/2025).
Peluncuran buku tersebut digelar meriah dan penuh makna, dengan dihadiri sejumlah pembicara dan tokoh bangsa, antara lain Jenderal (Purn) A.M. Hendropriyono, Puti Guntur Soekarno, Faisal Akbar, Soraya Haque, dan Rocky Gerung yang hadir sebagai pengulas dan pemantik diskusi pemikiran. Tampak pula sejumlah tokoh nasional lainnya hadir memberi dukungan, termasuk Anies Baswedan, Jimly Asshiddiqie, Rieke Diah Pitaloka, Panda Nababan, Rafly Harun, serta deretan tokoh dan guru bangsa lainnya.
Prof. Connie yang dikenal sebagai akademisi, pengamat militer dan geopolitik, menyampaikan bahwa buku ini adalah refleksi atas tantangan kebangsaan masa kini, serta dorongan untuk membangun kembali kesadaran kolektif bangsa yang berpijak pada nilai budaya, kemanusiaan, dan masa depan yang berdaulat.
- PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan Sejak Dini, Siswa TK Al-Irsyad Gorontalo Belajar Bahaya Listrik Lewat Cara Menyenangkan
- Audiensi Wamenkes RI, Bupati Delis Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Morut
- HUT ke-62 Sulut, 69 Sertipikat Aset Pemprov Diserahkan, Pemerintah Perkuat Benteng Hukum Aset Daerah
“Kekuatan budaya sesungguhnya adalah kekuatan jiwa. Ia membangun daya tahan, kebangsaan, kesatuan dan makna,” tegas Prof. Connie dalam sambutannya.
“Dalam masa krisis, senjata mungkin melindungi daratan. Tapi hanya budaya yang mampu menjaga jiwa. Dan jiwa bangsa yang terjaga, tak akan bisa direnggut oleh kekuatan manapun di dunia,” lanjutnya.
Untuk generasi muda, pesan Connie begitu mendalam. Ia mengajak para pemuda Indonesia untuk tidak hanya menjadi pelanjut, tetapi pencipta masa depan:
“Bangsa berkesadaran tak menyiapkan pemuda untuk masa lalu. Ia mempercayakan mereka pada masa depan yang tak bisa diwariskan, hanya bisa diciptakan. Pemuda bukan milik bangsa. Tetapi bangsa adalah milik mereka. Mereka bukan sekadar calon pemimpin, mereka adalah arsitek masa kini.”
Sebagai putri daerah berdarah Gorontalo -Sunda, Prof. Connie Rahakundini Bakrie dinilai sebagai contoh nyata dari aset strategis bangsa yang berasal dari Gorontalo. Hal ini juga diamini oleh Ridwan Monoarfa yang mengaku bangga bisa menyaksikan dan menjadi bagian dari peluncuran buku tersebut.
“Saya sebagai anak Gorontalo merasa bangga dan bahagia. Prof. Connie bukan hanya intelektual berkelas nasional, tapi juga representasi dari manusia Gorontalo yang sesungguhnya yang menjadi penguasa dan investor masa depan,” ujar Ridwan.
Mengutip intelektual muda Gorontalo Dr. Basri Amin, Ridwan mengingatkan bahwa masa depan Gorontalo bergantung pada kemampuannya dalam memberdayakan potensi manusianya sendiri:
“Gorontalo mestinya lihai mendayagunakan aset utamanya, yakni manusia Gorontalo dalam pengertian seluas-luasnya. Mereka adalah penguasa dan investor masa depan yang sesungguhnya. Dan saya percaya, Prof. Connie adalah salah satunya.”
Ridwan Monoarfa yang juga merupakan kader Partai NasDem dari Gorontalo menegaskan bahwa ruang-ruang pemikiran seperti ini harus terus dibuka, terutama untuk mempertemukan gagasan dari daerah dengan kebijakan nasional, demi Indonesia yang lebih berkesadaran dan berdaulat. (*)
