Kolonodale – Tim Penggerak PKK Kabupaten Morowali Utara (Morut) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar sosialisasi pola asuh anak dan remaja di era digital (PAAREDI) di Desa Tanasumpu, Kecamatan Mamosalato, Jumat (26/5/2023).
Sosialisasi tersebut menghadirkan pembicara utama psikolog klinis Idris Y. Min’un, S.Psi dari RSU Anutapura Palu.
Peserta kegiatan ini adalah pengurus TP PKK kecamatan dan desa dari dua kecamatan yakni Kecamatan Mamosalato dan Kecamatan Bungku Utara.
Di depan ibu-ibu peserta sosialisasi, psikolog ini memberi banyak contoh menarik bagaimana mengasuh anak dan remaja di era digital yang demikian canggih saat ini.
- Hadiri Rakor GTRA Sulteng 2026, Miqdam : Langkah Nyata Selaraskan Kebijakan Strategis Tingkat Provinsi Dengan Implementasi di Daerah
- Kapolresta Bandung Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Arjasari
- Semarakkan HUT RI ke-81 dan Berkah Maulid 2026, YBM PLN UP3 Tolitoli Gandeng IDI dan Lanal Gelar Khitanan Sehat Ceria untuk 79 Anak di Galang
“Ibu-ibu bisa rasakan sendiri bagaimana kehidupan anak-anak kita saat ini yang tidak bisa lepas dari handphone (HP),” ujar Idris.
Sementara itu, Ketua TP PKK Morut Febriyanthi Hongkiriwang sangat berterima kasih kepada pembicara utama ini yang bersedia meluangkan waktu datang dari Palu untuk berbagi ilmu.
“Ini kebanggaan bagi kita karena pak Idris mau jauh-jauh ke Mamosalato. Kalau di Palu beliau ini sibuk sekali dan orang konsultasi psikologi dibayar mahal,” kata Febriyanthi.
Istri Bupati Morut itu selanjutnya mengemukakan, mengasuh anak di era digital saat ini membutuhkan pengetahuan dan pemahaman tentang kondisi kejiwaan anak.
Ketika anak itu baru lahir ibarat selembar kertas putih yang masih polos. Jadi tugas dan tanggung jawab orang tua untuk mengisi dan mengarahkan anak yang masih polos itu.
“Siapa yang akan menuliskan kertas kosong itu? Ya ibu-ibu semua, guru-guru dan kita semua,” jelas ibu Febriyanthi.
Di sinilah pentingnya pemahaman tentang psikologi anak karena ibu-ibu yang akan mendampingi anak-anak dalam setiap sisi kehidupannya mulai dari dia masih bayi, tumbuh menjadi balita, masuk SD, SMP dan seterusnya.
Sesuai mengikuti sosialisasi, Ketua TP PKK Morut Febriyanthi Hongkiriwang dan anggota PKK lainnya mengunjungi kebun PKK di desa itu. (*/John)





