Manado – Tim Basket Putra Sulut sukses di PON Papua membuat warga Nyiur Melambai bangga, karena mampu mencapai posisi kedua setelah DKI serta mengalahkan tim unggulan Jawa, Bali dan Sumatera, namun euforia kemenangan itu cukup sudah. Euforia PON Papua sudah sepatutnya menjadi motivasi dan semangat dalam menatap PON XXI di Aceh – Sumut nanti, demikian pernyataan Ketua Umum Pengprov Perbasi Sulawesi Utara; Dra. Adriana C. Dondokambey, MSi melalui Ketua Harian sekaligus Manajer Tim Basket Clay June Dondokambey, Rabu (20/10/2021).
Dikatakan Clay yang juga Karo Umum Setdaprov Sulut ini, euforia kemenangan sudah selesai, hasil yang membanggakan telah dirasakan, pada PON XXI di Aceh-Sumatera Utara yang akan datang, Tim Basket Putra tidak perlu melalui Kualifikasi Pra PON karena sebagai Runner Up PON XX sudah memegang Tiket Free Pass, namun demikian masih ada yang perlu dipersiapkan untuk PON XXI kedepan yakni Tim Basket 5×5 Putri dan Tim Basket 3 x 3 baik Putra maupun Putri.
“Sesungguhnya Sulawesi Utara dari tahun ke tahun tidak pernah absen menghasilkan atlit basket yang kini sudah berlaga di Liga Profesional, artinya sangat banyak potensi atlit yang lahir dari daerah – daerah.” Ujar Clay.
Dikatakannya, sejalan dengan penyampaian Gubernur di sela Sambutannya pada Sidang Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara Rabu, (19/10/2021), Gubernur Olly Dondokambey memberikan apresiasi sekaligus motivasi agar pembinaan olahraga di sekolah – sekolah agar dimulai sejak dini bahkan sejak di bangku SMP.
- Semarakkan HUT RI ke-81 dan Berkah Maulid 2026, YBM PLN UP3 Tolitoli Gandeng IDI dan Lanal Gelar Khitanan Sehat Ceria untuk 79 Anak di Galang
- Dukung Pariwisata Global, PLN Siagakan Personel dan Backup Kelistrikan Berlapis di Likupang Tourism Festival 2026
- Penutupan Latsar Yantek Batch 1, PLN UP3 Tahuna Dorong Petugas Semakin Tangguh dan Profesional
“Demikian yang akan ditindak lanjuti Pengprov Perbasi Sulawesi Utara kedepan untuk berkonsolidasi dan berkolaborasi dengan Pengurus di Kabupaten/Kota untuk lebih sering melaksanakan kompetisi kelompok umur, antar sekolah bahkan pembinaan pelatih dan pelatihan wasit,” Ungkap Clay. (*/JM)





