Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_usermeta' doesn't exist]
SELECT user_id, meta_key, meta_value FROM wpem_usermeta WHERE user_id IN (35) ORDER BY umeta_id ASC

Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]
SELECT * FROM wpem_users WHERE ID IN (35)

Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]
SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '35' LIMIT 1

Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Sitaro Resmi Ditutup

oleh -0 Dilihat
oleh

Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_terms' doesn't exist]
SELECT DISTINCT t.term_id, tr.object_id FROM wpem_terms AS t INNER JOIN wpem_term_taxonomy AS tt ON t.term_id = tt.term_id INNER JOIN wpem_term_relationships AS tr ON tr.term_taxonomy_id = tt.term_taxonomy_id WHERE tt.taxonomy IN ('category', 'post_tag', 'post_format', 'newstopic') AND tr.object_id IN (203670, 203661, 203654) ORDER BY t.name ASC

Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_usermeta' doesn't exist]
SELECT user_id, meta_key, meta_value FROM wpem_usermeta WHERE user_id IN (1,31,8) ORDER BY umeta_id ASC

Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]
SELECT * FROM wpem_users WHERE ID IN (1,31,8)

Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]
SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '1' LIMIT 1

Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]
SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '31' LIMIT 1

Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]
SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '8' LIMIT 1

Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]
SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '35' LIMIT 1

SITARO – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) secara resmi menutup Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Minggu (18/01/2026).

Penutupan status tersebut ditandai melalui apel resmi yang dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, bertempat di terminal Ulu Siau Kecamatan Sitim.

Dalam sambutannya, Bupati Chyntia Kalangit menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penyertaan-Nya sehingga seluruh rangkaian penanganan darurat dapat dilalui dengan baik, meski wilayah Sitaro khususnya Pulau Siau sempat dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.

“Apel ini menandai berakhirnya masa tanggap darurat yang telah kita lalui bersama. Namun perlu saya tegaskan, meskipun status tanggap darurat ditutup, kita tidak boleh lengah. Potensi cuaca ekstrem dan risiko bencana masih ada,” tegas Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Forkopimda, DPRD, jajaran perangkat daerah, Basarnas, tenaga kesehatan, relawan, hingga masyarakat yang telah bekerja tanpa mengenal lelah dalam proses evakuasi, penyaluran bantuan, pelayanan kesehatan, dan pemulihan awal.

Menurut Bupati, kekuatan utama Sitaro dalam menghadapi bencana adalah solidaritas, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang terus terjaga di tengah masyarakat.

Memasuki masa transisi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro kini fokus pada tahap pemulihan, yang meliputi pendataan dan verifikasi kerusakan serta kerugian, perbaikan infrastruktur dasar, pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, serta penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana ke depan.

“Saya menginstruksikan seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, dan kampung agar tetap hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan mereka, serta memastikan proses pemulihan berjalan adil, cepat, dan tepat sasaran,” ujar Bupati.

Berdasarkan data resmi, total jumlah warga terdampak bencana banjir bandang di Pulau Siau mencapai 480 Kepala Keluarga (KK) atau 1.402 jiwa. Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 173 KK atau 476 jiwa.

Para pengungsi saat ini tersebar di beberapa lokasi pengungsian, yakni:
Museum Ulu Siau
Gereja Adven Bahu Sondang
GMIST Betabara Paseng
GMIST Eden Batusenggo
GMIST Peling

Selain itu, sebagian warga lainnya memilih mengungsi secara mandiri di rumah keluarga dekat.

Bupati Chyntia Kalangit menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan akan terus mengupayakan berbagai program pemulihan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal dan bangkit lebih kuat dari sebelumnya.

“Mari kita jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran penting untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana di daerah kita, memperkuat sinergi antar lembaga, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” tutup Bupati.

Dengan penutupan status tanggap darurat ini, Kabupaten Kepulauan Sitaro secara resmi memasuki masa transisi menuju pemulihan, dengan harapan seluruh masyarakat terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan secara normal. ***

Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]
SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '35' LIMIT 1