Purwakarta Bergema : Festival Budaya Meriahkan Hari Jadi ke-195 Kota dan ke-58 Kabupaten

oleh -744 Dilihat

Purwakarta-Suasana penuh warna dan dentuman musik tradisional menyambut ribuan warga Purwakarta yang memadati pusat kota pada Senin (20/07/2026).

Dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58, pemerintah daerah menggelar Festival Budaya Akbar yang sukses membius antusiasme masyarakat dari berbagai penjuru.

Kegiatan ini di hadiri Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein dan Wakil Bupati Abang Ijo Hapidin, bersama Forkopimda serta para pejabat di Kabupaten Purwakarta.

​Festival yang menjadi puncak rangkaian perayaan tahun ini menampilkan keberagaman kekayaan intelektual dan tradisi lokal yang telah menjadi jati diri Purwakarta selama hampir dua abad. Sepanjang jalan utama, deretan pawai budaya menampilkan kolaborasi seni kontemporer dan tradisional yang memukau.

​Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein  dalam sambutannya menekankan bahwa perayaan tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga.

“Usia 195 tahun bagi kota dan 58 tahun bagi kabupaten adalah perjalanan panjang yang telah melewati berbagai tantangan. Festival ini adalah milik rakyat, persembahan bagi masyarakat Purwakarta yang terus menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi,” ujar Om Zein sapaan akrab Bupati Purwakarta.

​Sorotan Utama Festival
​Masyarakat yang memadati area festival disuguhkan dengan berbagai atraksi menarik, di antaranya, ​Pawai Budaya Nusantara: Menampilkan kostum-kostum megah yang terinspirasi dari kearifan lokal Sunda.

​Pasar Kuliner Tradisional: Ribuan pengunjung berkesempatan mencicipi kuliner khas Purwakarta yang legendaris, seperti Sate Maranggi dan Simping, yang dijajakan oleh para pelaku UMKM lokal.

​Pagelaran Seni Pertunjukan: Alunan gamelan dan tari tradisional yang dibawakan oleh para seniman lokal dan pelajar sekolah, menunjukkan regenerasi budaya yang terus hidup di Purwakarta.

​Pameran Sejarah : Ruang khusus yang menampilkan potret perjalanan Purwakarta dari masa ke masa, memberikan edukasi bagi generasi muda tentang sejarah daerahnya.

​Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
​Festival ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga penggerak ekonomi. Para pedagang lokal mengaku kebanjiran pesanan sejak pagi hari. “Kami sangat bersyukur, acara ini membuat ekonomi masyarakat bergerak cepat. Banyak wisatawan dari luar daerah yang datang untuk ikut merayakan hari jadi kota kita,” ujar salah satu pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi.

​Perayaan ini diharapkan menjadi simbol optimisme bagi Purwakarta ke depan agar tetap menjadi daerah yang maju, religius, dan berbudaya. Kegembiraan masih akan berlanjut hingga malam puncak yang dijadwalkan akan dimeriahkan dengan pesta kembang api dan konser musik kolaborasi etnik.

​Mari kita jaga terus semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya lokal. Dirgahayu Purwakarta. (Mustapa)

No More Posts Available.

No more pages to load.