Minsel-Sangat disayangkan ratusan Rumah Hunian Tetap (Huntap) yang diberikan pemerintah untuk digunakan oleh Keluarga korban bencana alam abrasi Pantai Amurang, saat ini sudah mulai di pindah tangankan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kendati sampai berita ini diturunkan ada keluarga korban yang “ditelantarkan” dan masih menempati Hunian Sementara (huntara) serta ada korban lainnya yang dengan terpaksa harus indekost.
Transaksi tersebut terkuat saat wartawan media ini berpapasan dengan salah satu menghuni Hunian Tetap dan sumber tersebut (red) menyampaikan bahwa saat ini sudah banyak transaksi “jual beli” Hunian tetap.
Tak segan-segan sumber tersebut membeberkan satu persatu pemilik hunian tetap dan lokasi bloknya juga disampaikan bahkan bukti transaksi juga diperlihatkan oleh sumber tersebut kepada wartawan media ini.
- Menjalin Silaturahmi dan Tradisi, Warga Laksanakan Ziarah Religi ke Makam Leluhur di Desa Dayeuhluhur
- Pengarahan di Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, Menteri Nusron Minta Jajaran Utamakan Kemudahan Layanan Bagi Masyarakat
- Menteri Nusron Serahkan Sertipikat Wakaf Dan Bantuan MUI, Untuk Masjid Salman Alfarisi Aceh Tamiang
Sementara Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Daerah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Franky Mamangkey saat dikonfirmasi terkait hal tersebut membenarkan bahwa pihaknya sudah mendengar bahwa hunian tetap tersebut sudah dipindah tangankan.
“Informasi ini sudah kami dengar dan saya sudah melaporkan ke Asisten dan kami sementara berkoordinasi dengan penegak perda dalam hal ini Sat Pol PP dan waktu dekat dekat ini akan dilakukan sidak di Huntap.” Ucap Mamangkey.
Informasi yang di dapat okeh wartawan media ini, bahwa nilai transaksi bervariatif mulai dari 40an juta sampai 60an juta bahkan lebih dan itu juga bisa dilakukan pembayaran dua termin. (*/onal- m)








