Bunta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan produksi perdana pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) nikel milik PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) yang berlokasi di Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah.
Acara peresmian tersebut dilakukan di Kawasan Virtue Dragon Nikel Industri Park di Morosi, Kabupaten Konawe, Sultra, Senin (27/12/2021).
Presiden Jokowi didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi, dan sejumlah pejabat lainnya.
Presiden Jokowi berharap kehadiran smelter tersebut bisa berdampak signifikan demi kebangkitan ekonomi masyarakat lokal dimana perusahaan tersebut berdiri.
- DPRD Bitung Perpanjang Masa Kerja Pansus Ranperda Penyertaan Modal Di Perumda Air
- Sambut Siswa Baru, SDN Babakansari Gelar MPLS Unik Dengan Semangat Literasi Finansial dan Kearifan Lokal
- Pertama Kali Dipresentasikan di KADIN Pusat, TIFF 2026 Bikin Pengurus Nasional Terpukau: Tomohon Siap Jadi Magnet Investasi
“Kita ingin semua rakyat bisa bekerja. Tidak hanya melihat bahan mentah yang diekspor ke negara lain, tapi memberikan nilai tambah lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya,” paparnya.
Presiden Jokowi juga meminta kepada pemerintah daerah setempat agar bisa memberikan rasa aman kepada para pelaku investasi dalam mengembangkan perusahaan tersebut dimasa akan datang.
“Kepada Gubernur dan Bupati, berikan rasa aman kepada para investor di perusahaan ini untuk menjalankan aktifitas usaha ini. Sehingga bisa meningkatkan nilai investasi dimasa akan datang,” kata Presiden.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan kehadiran industri yang menaungi PT Gunbuster Nickel Industri akan mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian, baik untuk Sulawesi Tengah maupun Sulawesi Tenggara.
“Dengan adanya industri smelter ini, Sulawesi Tengah pertumbuhan ekonominya 10%. Dan Sulawesi Tenggara 3,7%, namun (jumlah 3,7%) ini lebih tinggi dari (rata-rata) nasional,” ujarnya.
Ia mengungkapkan hilirisasi ini bisa memberikan daya saing dan menghasilkan sumber daya alam, serta industri ini juga bisa mendorong untuk menjaga lingkungan.
Di lokasi pabrik PT. GNI di Bunta para pimpinan GNI dan undangan yang hadir mengikuti acara peresmian melalui layar lebar.
Saat itu juga ditampilkan tarian lense dan metingke. (*/John)






