MORUT – Peran Bhabinkamtibmas menjadi ujung tombak Polri dalam memutus penyebaran Covid-19. Tidak hanya melalui himbauan saja. Peran Bhabibkamtibmas diharapkan kedepannya mampu melakukan tindakan melakukan tes COVID-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing) tentunya dengan bekerja sama dan bersinergi dengan tenaga Kesehatan sebagai upaya cepat dalam penanggulangan covid-19 di Desa Binaannya.
Menanggapi hal tersebut, Polres Morowali Utara menggelar pelatihan Tracer covid-19 kepada seluruh para Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Jajaran Polres Morowali Utara guna percepatan penanggulangan Covid-19 dengan penguatan Testing dan Tracking,Jumat (26/2/2021).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kapolres Morowali Utara AKBP Bagus Setiyawan.S.H.S.I.K.M.H dan menghadirkan dr.Riska Ariana Pandika sebagai Narasumber.
Mengawali sambutannya Kapolres menyampaiakan ucapan selamat datang kepada seluruh Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas di seluruh jajaran Polres Morowali Utara dalam pelaksanaan pelatihan percepatan penanggulangan covid 19.
- Kapolresta Bandung Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Arjasari
- Semarakkan HUT RI ke-81 dan Berkah Maulid 2026, YBM PLN UP3 Tolitoli Gandeng IDI dan Lanal Gelar Khitanan Sehat Ceria untuk 79 Anak di Galang
- Dukung Pariwisata Global, PLN Siagakan Personel dan Backup Kelistrikan Berlapis di Likupang Tourism Festival 2026
“Atensi Bapak Kapolri siapa yang berprestasi dalam penanganan covid 19 akan di berikan penghargaan, sehingga harapan saya, Bhabinkamtibmas Polres Morowali Utara mampu memberikan inovasi serta program-program unggulan dalam penanggulangan Covid-19 yang tentunya tidak lepas dari peran serta stake holder serta instansi terkait dan para warga binaan didesa masing-masing” Beber Kapolres.
Selain itu, Kapolres juga berharap agar Bhabinkamtibmas agar segera wujudkan pembentukan kampung tangguh di desa-desa Binaan masing-masing dan Kasat Binmas agar monitor kegiatan kampung tangguh tersebut.
“Untuk Bhabinkamtibmas akan melaksanakan vaksinasi serta menghimbau kepada warga desa binaan bahwa vaksin aman dan halal” tutupnya.
Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Dr. Riska diantaranya
• pengenalan covid -19
• cara penularan
• faktor risiko pada pasien covid-19 yakni : penyakit komorbid ( hipertensi,diabetes,PPOK )
. Tracking Pasien dan orang yang pernah kontak dengan Pasien.
Kegiatan ditutup dengan Prakter tentang tata cara pengambilan air liur pada Rapid Anti Gen. (Johnny)







