Morut-Proyek pembangunan jembatan Dua di Desa Baturube Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara (Morut) yang dikerjakan oleh CV Anirah Karya Mandiri senilai kurang lebih Rp. 2, 3 Milyar dikerjakan secara bertahap, dan sudah sesuai dengan prosedur yang ada.
PPK Proyek Pembangunan Jembatan Dua Dinas PUPR Morut, Darwin Lion, kepada media ini, diruang kerjanya, Senin (06/04/2026), membantah keras tudingan yang menyebutkan, bahwa proyek tersebut dianggap mangkrak.
“Proyek tersebut tidak mangkrak. Pembangunannya dilakukan secara bertahap, dan tahun ini kembali direncanakan keberlanjutannya, tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah yang tersedia, ” tegas Darwin.
Darwin, sapaan akrabnya, menjelaskan, bahwa desain awal jembatan tersebut menggunakan pier tengah dengan pondasi tiang pancang, namun setelah evaluasi tehknis di ubah menjadi single span (tanpa pier tengah) agar lebih efisien dan aman.
- Bupati Michael Thungari bersama Wabup Tendris Bulahari hadir Sekaligus Membuka Job Fair 2026 di Politeknik Nusa Utara Tahuna
- Gubernur Yulius Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Sulut, Tekankan Pentingnya Etika Jurnalistik dan Profesionalisme
- PT Jasa Raharja Sudah Salurkan Rp5,7 Miliar Bagi 416 Korban Lakalantas di Sulut
Kata dia, perubahan ini menyebabkan bentangan menjadi lebih panjang, sehingga dilakukan perhitungan ulang struktur atas, serta penyesuaian formasi/jumlah tiang pancang untuk memenuhi daya dukung. Sementara itu, kondisi konstruksi yang belum tersambung, sepenuhnya merupakan bagian dari tahapan pekerjaan dan penyesuaian desain, bukan mangkrak.
“Proyek jembatan dua Baturube ini juga sebelumnya, sudah di audit oleh BPK RI Perwakilan Sulteng. Intinya pembangunannya sudah dikerjakan sesuai dengan prosedur yang jelas, ” tukas Darwin. (*)






