oleh

Pelantikan PAW Ketua DPRD Morut ‘Tercederai’, Jurnalis Dilarang Masuk Lakukan Peliputan

Morut-Sejumlah wartawan yang ada di Kabupaten Morowali Utara (Morut) dilarang masuk untuk melakukan peliputan, saat digelar pelantikan Ketua DPRD Morut Pergantian Antar Waktu (PAW), sisa masa periode 2019-2024, di ruang sidang utama DPRD Morut, Jumat (06/10/2023).

Dari pantauan media ini bersama sejumlah wartawan yang sehari-harinya melaksanakan peliputan di Morut, dilarang masuk oleh pihak kepolisian yang menjaga pintu bersama salah satu staf di DPRD Morut, Gery dengan alasan sudah sesuai dengan aturan protokoler yang ada di DPRD Morut.

Awalnya para jurnalis, mengira bisa masuk seperti biasa saat melakukan liputan di Kantor DPRD Morut. Tetapi begitu hendak memasuki pintu utama, langsung dihadang oleh angota kepolisian yang berdiri siaga didepan pintu utama, dengan mengatakan dilarang masuk.

“Maaf pak ini sudah sesuai aturan dan perintah pak. Selanjutnya menunjukan ke arah balkon tempat yang sudah disediakan oleh panitia bagi para pewarta, yang hendak melakukan peliputan, ” ujar salah seorang anggota Polisi, yang meminta namanya tidak di publis.

Ia menjelaskan, kapasitas mereka hanya menjalankan aturan yang telah disepakati dalam acara pelantikan Ketua DPRD Morut tersebut.

Sebelumnya terjadi perdebatan hebat, antara pihak penjaga pintu dengan para awak media yang hendak melakukan peliputan pelantikan Ketua DPRD tersebut.

Para awak media tidak bersedia untuk diarahkan kearah balkon, sebab diatas tidak ada tempat seperti apa yang dikatakan oleh petugas penjaga pintu.

Salah seorang wartawan Senior media online, Metro Sulteng, Rudi Andi Mairi, menyesalkan, terkait kebijakan yang dilakukan Panitia dalam pelarangan kepada awak media yang ingin meliput acara pelantikan Ketua DPRD Morut tersebut, karena belum paham dengan tupoksi dan kerja – kerja para jurnalis.

Sementara itu, para awak media yang tidak bisa memasuki ruang acara pelantikan tersebut, baru bisa melakukan audance dan wawancara melalui konfrensi pers, setelah acara pelantikan berakhir.

Sekaitan dengan permasalahan tersebut, Sekwan DPRD Morut, Heltan Ransa SH, saat dikonfirmasi tentang mekanisme aturan peliputan dalam pelantikan di DPRD Morut, memohon maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi.

“Atas nama Sekretariat DPRD Morut, memohon maaf atas ketidak nyamanan ini, dan apa yang sudah dirasakan oleh rekan-rekan wartawan,, ini hanya miss komunikasi saja, dan akan menjadi bahan evaluasi kami kedepannya, ” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPRD Morut yang baru dilantik, Hj Warda Dg Mamala SE, dalam keterangan persnya, mengatakan, kedepannya akan berkomitmen untuk membuka ruang seluas-luasnya untuk mendukung rekan-rekan jurnalis dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, sebagaimana yang diatur dalam Undang- Undang (UU) Pers Nomor 40 tahun 1999. (*)