MORUT – Pasar Beteleme di Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara (Morut), disoroti warga akibat tumpukan sampah menyebarkan aroma tak sedap, menyengat hidung yang bisa mengundang penyakit.
Selain tumpukan sampah yang tidak terangkut, jalan menuju pasar kebanggaan Morut ini, juga memunculkan pemandangan yang tak elok dipandang mata, akibat sejumlah lubang tergenang air terlihat di ruas jalan pasar Beteleme.
Hal itu membuat warga pembeli harus berhati-hati melintas dan menghindar dari bau tak sedap, akibat tumpukan sampah sekian hari lamanya tidak terangkut oleh armada sampah.
“Sampah itu sangat mengganggu pernapasan, apalagi jika hujan turun dari langit bau busuk menyebar menimbulkan bau yang menyengat hidung membuat sulit untuk bernapas. Bahkan tumpukan sampah tersebut sudah berulat lantaran sekian hari tidak terangkut,” ujar warga yang tinggal diseputar tumpukan sampah.
- Sekwan Niklas Silangen Berkomitmen Terhadap Penguatan Akuntabilitas, Lakukan Rapat Koordinasi Dengan Tim Inspektorat Daerah Provinsi Sulut
- Gubernur Yulius Ajak Masyarakat dan Wisatawan Dunia Hadiri TIFF 2026 di Tomohon
- Gubernur Yulius Selvanus Ajak Masyarakat dan Wisatawan Dunia Hadiri TIFF 2026 di Tomohon
Dihubungi, Selasa (16/02/2021) untuk dimintai konfirmasi tentang armada yang tidak berdaya mengangkut sampah, Camat Lembo Chris Dahlia Dewanto mengatakan, pihak Pemerintah Kecamatan Lembo sudah berupaya dengan maksimal.
“Bahkan sudah ada 5 orang petugas pasar untuk menangani sampah, kita pun sudah memberi peringatan kepada warga agar tidak membuang sampah disembarang tempat,” kata Chris Dahlia.
Meski begitu, karena kurangnya kesadaran sebagian warga tentang lingkungan yang bersih dan sehat, membuat sampah masih berserekan di seputar pasar.
Terkait armada yang tidak maksimal melakukan pengangkutan sampah, tambah Camat Lembo, mengaku armada ( truk sampah) bantuan Pemda memang ada 1 unit. Itupun sudah bekas dan sering rusak. Ditambah belum adanya ketetapan TPA sampah yang akan menjadi pembuang akhir.
“Selebihnya persoalan sampah ini adalah tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Morowali Utara,” terang Chris Dahlia.. (Yolanda/Johnny)






