Morut-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat Kabupaten Morowali Utara (Morut), merupakan daerah pertama di Sulteng yang mendaftaran seluruh desa, dan mengikut sertakan semua aparatnya sebagai peserta program JKM.
“Luar biasa, kepedulian Bapak Bupati dan Wabup Morut, terhadap aparat desa yang kini semuanya sudah menjadi peserta JKM BPJS Kesehatan,” kata Kepala BPJS Kesehatan Morut, Zadly kepada media ini di Kolonodale, Kamis.(25/05/2023) siang.
Sebelumnya, Asisten III Setda Morut, Atra Tamehi atas nama Bupati Morut meluncurkan inovasi Pemda-BPJS soal jaminan kesehatan online serta sosialisasi dan rekonsiliasi data peserta BPJS Aparat desa.
Menurut Zadly, para Kades dan aparaturnya yang sebelumnya mengikuti program JKM lewat jalur mandiri, kini dialihkan kepesertaannya ke dalam program Pemda, dan digabungkan dengan peserta-peserta baru.
- Pelantikan Penjabat Sekretaris Daerah, Plt. Bupati Heronimus Makainas Tekankan Penguatan Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik
- KMP Fery Dolosi Off Jumat 31 Juli 2026, Amos : Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi di Akun Facebook Dishub Morut
- Hadiri Pengarahan Tenaga Ahli Kementerian ATR/BPN RI, Zaldi Amir : Kantah ATR/BPN Morut Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan
Iuran BPJS kelas III untuk perangkat desa ini, dibayarkan dari dana Pemda Morut sebesar empat persen dan peserta satu persen.
Para Kades yang baru mengikuti program ini, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas program JKM bagi aparat desa, karena hal tersebut sangat penting untuk meningkatkan kinerja aparatur di desa.
Pada program BPJS Kesehatan ini, Morut juga tercatat sebagai daerah yang seluruh warganya sudah menjadi peserta JKM dengan presentase 100 persen lebih atau sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC). (Rls/NAL)








