Sulut-Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey didampingi Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun dan Ketua Kadin Sulut Rio Dondokambey mengadakan pertemuan bisnis dengan sejumlah pengusaha China di Beijing, Kamis (11/5/2023).
Dalam pertemuan tersebut,Gubernur Olly, menceritakan peluang investasi di Sulut yang belum seluruhnya diketahui para pengusaha dari negeri tirai bambu ini.
“Sulut memiliki sejumlah potensi mulai dari pariwisata, pertanian, energi terbarukan, kelautan dan berbagai potensi lainnya,” kata Gubernur Olly.
Dia menegaskan tak rugi berinvestasi ke Sulut karena pasarnya besar bahkan bisa dari luar daerah. Gubernur Sulut menjamin kemudahan perizinan kepada pengusaha China yang tertarik berinvestasi di Sulut.
- Pemkot-Dekot Sepakati KUA/PPAS Manado 2027, Walikota Andrei Angouw: Untuk Kemajuan Kota dan Kesejahteraan Masyarakat
- Menjalin Silaturahmi dan Tradisi, Warga Laksanakan Ziarah Religi ke Makam Leluhur di Desa Dayeuhluhur
- Pengarahan di Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, Menteri Nusron Minta Jajaran Utamakan Kemudahan Layanan Bagi Masyarakat
“Tinggal anda investasi saja. Izin pasti diproses segera. Supaya daerah saya semakin maju dan sejahtera,” tandas Gubernur Olly.
Pemaparan Gubernur Olly disambut antusias, bahkan nampak sejumlah pengusaha China berbincang serius membahas presentasi Gubernur Sulut.
Pertemuan bisnis ini, lanjut Gubernur Olly membuka mata dan kesempatan bagi para pengusaha di China untuk menggarap dengan maksimal peluang bisnis di Sulut.
“Dengan adanya pertemuan ini mudah-mudahan peluang bisnis antar negara bisa terjalin dengan baik dan hasilnya bisa berkembang menjadi lebih besar,” kata Gubernur Olly.
Usai pertemuan bisnis, difasilitasi oleh Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun, kegiatan dilanjutkan dengan One on One Meeting dengan Pengusaha China.
Acara ini membahas sejumlah hal penting, diantaranya investasi bidang pariwisata termasuk mendorong tourist China ke Indonesia khususnya ke Sulut; investasi bidang energi baru terbaharukan (green energi); pembangunan infrastruktur untuk industri KEK Bitung termasuk logistik di Bitung HUP Port, Kawasan Industri Mongondouw (Kimong) dan KEK Pariwisata Likupang dan pertemuan dengan Kadin dan beberapa CEO Perusahaan China.
Sementara itu, Ketua Kadin Sulut Rio Dondokambey menjelaskan pertemuan ini dilakukan untuk mewujudkan kerja sama antar pengusaha China dan Sulut khususnya dalam hal bisnis.
Rio berharap, dalam pertemuan bisnis ini, menghasilkan kemajuan bagi Sulut. “Mudah-mudahan hasil dari petemuan ini membuahkan hasil yang maksimal, agar lebih banyak lagi pengusaha di China yang berinvestasi di Sulut,” pungkasnya. (*/J.Mo)






