Kudus – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Nusron Wahid, menghadiri Haul ke-67 K.H. Raden Asnawi, di Kudus, belum lama ini.
Sebagai alumni Qudsiyyah, Nusron Wahid, menyoroti perjuangan dan dedikasi K.H. Raden Asnawi sebagai ulama yang tidak hanya berkontribusi di bidang keilmuan agama, tetapi juga dalam perjuangan kemerdekaan dan pengabdian kepada umat.
“Mbah Kyai Raden Asnawi juga mengajarkan kepada murid-muridnya, untuk senantiasa komitmen dan berjuang lewat medan apa pun, salah satunya lewat medan pendidikan, organisasi, politik, dan ekonomi,”ujar Menteri Nusron.
Menurutnya, K.H. Raden Asnawi adalah ulama yang gigih memperjuangkan keadilan, terutama melawan diskriminasi yang diberlakukan pemerintah kolonial Belanda.
- Gorontalo Tuntas Terang, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo, Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo Capai 100 Persen
- Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Wawali Richard Sualang Bagikan Bendera Merah Putih kepada Masyarakat
- Caroll Senduk Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pemkot Tomohon Fokus Delapan Prioritas Pembangunan
“Beliau tidak hanya ibadah mengabdi sama Allah, tapi menghabiskan hidupnya untuk kepentingan umat. Kalau dalam bahasa sekarang adalah aktivis, kaum penggerak,” tuturnya.
Senada dengan pernyataan Menteri Nusron, Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, Ma’ruf Amin juga sepakat bahwa K.H. Raden Asnawi semasa hidupnya tak hanya menjadi ulama yang mengajarkan ilmu agama.
“Beliau juga berperan memperbaiki kehidupan masyarakat pada masa itu,” ungkapnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah terpilih, Gus Taj Yasin Maimoen bahkan menyebut bahwa K.H. Raden Asnawi sudah berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia.
“Kita ketahui Dakwah beliau bukan hanya menyebarkan agama Islam, tetapi juga mempertahankan negara kita, ” ungkapnya. (Hms ATR BPN/NAL)








