Morut-Akibat listrik PLN Kolonodale kerap padam, Puluhan warga di Kota Kolonodale, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara (Morut), menggelar aksi unjuk rasa, di Bundaran Tugu Depan Rujab Bupati Morut, Minggu (29/10/2023) malam.
Aksi spontanitas yang dilakukan sejak Pukul 19.00 Wita tersebut, mendapat pengawalan ketat dari anggota TNI Koramil dan Polsek Petasia.
Sebagai bentuk protes warga, mereka pun membakar ban di jalan raya, sehingga mengakibatkan kemacetan kendaraan tidak bisa terhindarkan.
“PLN Kolonodale harus bertanggung jawab, hampir setiap hari Kota Kolonodale diwarnai dengan mati lampu,” teriak salah seorang pengunjuk rasa.
- Dukung Kemandirian Petani Bunga Krisan, PLN UID Suluttenggo Resmikan Program Electrifying Agriculture di Tomohon
- Sinergi PT SJA 2 Dan Dinas Kehutanan Perkuat Masyarakat Cegah Karhutla
- Pemkot-Dekot Sepakati KUA/PPAS Manado 2027, Walikota Andrei Angouw: Untuk Kemajuan Kota dan Kesejahteraan Masyarakat
“Jika PLN tidak segera menyalakan listrik, kami tidak akan berhenti untuk berdemo,” teriak pengunjuk rasa lainnya.
Sementara itu, dari pantauan sejumlah wartawan, dilokasi unjuk rasa, listrik kembali normal pada Pukul 20.48 Wita. Massa aksi pun kemudian membubarkan diri satu persatu dengan tertib.
Sementara itu, warga yang berada diwilayah Lembo Raya, hingga saat ini terus mengeluhkan pelayanan PLN Kolonodale, yang di anggap tidak becus dan profesional.
“Kalo kami di Lembo Raya, mau kena giliran pemadaman atau tidak, pasti hampir setiap hari lampunya akan padam. Selalu yang menjadi alasan klasik karena persoalan jaringan. Pak PLN tolong juga pemadaman tidak beraturan di Lembo Raya, khususnya di wilayah selatan supaya diperhatikan, ” ujar salah seorang warga Po’ona, yang mengaku bernama Kede.
“PLN Kolonodale jangan taunya hanya menagih rekening listrik, kalau lambat bayar pasti di ancam mau diputus dan seterusnya, giliran pelanggan tagih masalah pelayanannya, semuanya tidak ada yang mau bertanggung jawab, ” kesalnya. (*/NAL)








