Morut-Ajang Liga Pelajar Askab PSSI Morowali Utara (Morut) tahun 2025 resmi digelar, Sabtu (27/07/2025) di Lapangan Sepak Bola Morokoa Kota Kolonodale.
Kompetisi ini dibuka secara resmi, Bupati Morut, Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga dan pembinaan generasi muda di bidang sepak bola.
Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Morowali Utara, yang secara konsisten mendorong pembinaan sepak bola di kalangan pelajar. Untuk menjaring bibit-bibit pesepak bola asal Morut, sehingga bisa bersaing ditingkatan berikutnya.
Sebanyak 13 sekolah dari berbagai wilayah di Morut telah mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi ini.
Adapun sesuai laporan Ketua Panitia, Muh Yamin, 13 sekolah itu adalah SMAN 1 Lembo, SMKN 1 Mori Atas, SMAN 1 Petasia, SMAN 1 Mori Atas, SMAN 2 Mori Atas, MA Alkhairat Baturube, SMAN 1 Mamosalato, SMAN 1 Soyo Jaya, SMKN 1 Petasia, SMAN 1 Bungku Utara, SMAN 2 Petasia, SMA Alkhairat Bungintimbe, serta SMKN 1 Bungku Utara.
Ketua Askab PSSI Morut, IM Arief Ibrahim SH MKn, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada berbagai pihak yang telah membantu menyukseskan pelaksanaan Liga Pelajar tahun ini.
“Terima kasih kepada seluruh sponsor, baik dari kalangan perusahaan besar maupun usaha kecil dan menengah. Lewat wadah ini, kami mau membesarkan yang kecil tanpa mengecilkan yang besar,” ujar Arief sapaan akrabnya.
Arief, juga memberikan penghargaan khusus kepada panitia pelaksana yang telah bekerja keras menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan tersebut
“Panitia yang berjuang dengan cinta dan kasih sayang. Saya tidak bisa membayar panitia, bukan karena teman-teman tidak bernilai, tapi karena tak ternilai harganya, sehingga saya tidak bisa merupiahkan bahkan mendollarkan sekalipun, ” tambahnya.
Wakil Ketua Askab PSSI Morut, Usman Ukas, menyampaikan, Selain pertandingan sepak bola antar pelajar. Liga Pelajar ini juga akan dirangkaikan dengan festival kuliner yang dimulai pada sore hari. Festival ini memberi ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal sekaligus menciptakan suasana rekreasi bagi masyarakat.
Kegiatan berlanjut pada malam hari, dengan panggung hiburan dan talk show inspiratif yang menghadirkan tokoh-tokoh asal Morut dari berbagai latar belakang. Talk show ini terbuka untuk pelajar dan masyarakat umum sebagai bagian dari pengayaan wawasan dan motivasi generasi muda.
“Kami ingin supaya acara ini bisa mendorong perputaran ekonomi yang ada, bisa menghadirkan wadah edukasi pengayaan pengetahuan bagi pelajar lewat tokoh lokal inspiratif, ” tutup Usman (*/NAL)















