Minsel-Lambatnya pelayanan pembuatan SKCK di Polres Minahasa Selatan menuai sorotan dari beberapa calon pembuat SKCK baik dari kalangan pelajar dan kalangan umum lainnya.
Selain lambatnya pelayanan, oknum petugas pun terkesan tidak santun dalam Melayani serta mengedukasi para pembuat SKCK.
Salah satu ibu yang mendampingi anaknya saat membuat SKCK yang tidak mau namanya di sebut (red) saat ditemui di pelataran parkiran polres Minsel mengatakan bahwa dia menunggu anaknya dari jam 10 tapi sampai jam 1 siang belum selesai.
“Ia beberapa oknum petugas terlihat lambat kendati ada berapa petugas dan yang lain terlihat hanya asyik dengan HP mereka kendati saya dan anak saya sudah berjam-jam menunggu,” Ucapnya.
- Kondisi Kelistrikan dan Upaya Penguatan Sistem Kelistrikan di Pulau Bunaken
- Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan, Untuk Pertamina Demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional
- Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat
Pantauan wartawan media ini di loket pembuatan SKCK terlihat 3 petugas wanita dan 1 petugas pria.
Saat ditanya terkait lambatnya pelayanan salah satu oknum petugas yang berseragam putih menjawab dengan kata-kata yang tidak ramah dan terkesan ente g-enteng saja dengan gaya super cuek.
“Komputer yang kami pakai tidak cukup jadi pelayanan kami agak lambat”, Ujarnya.
Kendati terlihat diloket SKCK tersebut ada 2 unit Komputer (laptop) yang sementara beroperasi sedangkan yang 1 unit terlihat hanya dipakai untuk aktifitas media sosial.
Sementara Kasat Intel Polres Minahasa Selatan Iptu Hendra Patah saat dikonfirmasi terkait penyampaian salah satu oknum petugas bahwa peralatan di loket SKCK kurang, dibantah oleh Kasat Intel Iptu Hendra Paath bahwa peralatan yang ada cukup sehingga dapat melayani pembuatan SKCK. (Onai Mamoto)








