Morut – Puncak Perayaan HUT Ke – 111 Desa Wawopada berlangsung meriah.
Bupati Morowali Utara (Morut) diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Dan Kesra, Kristen H Masu SSTP MSi, memberikan apresiasi atas rangkaian Semarak Hari Jadi ke-111 Desa Wawopada. Seusai ibadah syukur yang dipimpin oleh Majelis Sinode GKST, kegiatan dilanjutkan dengan Peluncuran Buku Sejarah Desa Wawopada.
Krispen Masu, menitip pesan khusus bagi pemuda di Desa Wawopada, untuk menjadi generasi yang Think Gobally, Act Locally.
“Generasi muda Wawopada harus terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya, memperluas wawasan dan menempuh pendidikan setinggi-tingginya, namun jangan sampai lepas dari akar budayanya, ” ujar Krispen Masu.
- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dan KPK Jadikan Sulut, Percontohan Transformasi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan
- Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan
Krispen juga, memberi apresiasi kepada Pemerintah Desa (Pemdes) dan seluruh masyarakat.
“Wawopada tidak hanya merupakan sebuah wilayah administratif, melainkan telah menjadi ruang hidup yang kaya akan kearifan lokal. Rasa persatuan dan kesatuan yang kuat, persaudaraan, toleransi dan kerukunan hidup telah menjadi denyut nadi kehiduoan warga Desa dari dulu hingga saat ini. Kearifan lokal dan nilai hidup yang telah diwariskan turun temurun harus terus dijaga dan dipertahankan. Sebab hal itu, merupakan modal sosial yang tidak ternilaiā ujar Krispen yang disambut dengan tepuk tangan semua hadirin.
Nuansa tradisi juga semakin kental terasa dengan jamuan makan, di mana setiap yang hadir mendapat sepaket makanan yang berisi winalu dan lauk dibungkus daun, serta air minum dari mata air yang disimpan dalam sebuah wadah bambu disebut suke. Kekayaan tradisi yang sarat makna dan wajib dijaga dan dilestarikan. (*)








