Sulut – Tancap gas Olly Dondokambey dan Steven Kandouw di periode ke dua dinilai sejumlah kalangan luar biasa.
Bukan hanya membangkitkan sektor ekonomi saat wabah Covid-19 melanda, namun Gubernur Olly dan Wagub Kandouw berhasil menjawab keresahan warga perihal beberapa harga komoditi yang sempat anjlok.
Kekaguman terhadap dua sosok pekerja ini, disampaikan Ruben Saerang.
Menjabat Staf Khusus Gubernur Sulut, Ruben Saerang paham betul dengan berbagai kebijakan Olly – Steven
- Asisten Pemerintahan dan Kesra Pimpin Apel Pengamanan, Pastikan Puncak TIFF 2026 Berjalan Aman dan Sukses
- Kontes Otomotif Meriahkan Rangkaian TIFF 2026, Libatkan 61 Peserta dari Sejumlah Daerah di Sulut
- Gubernur Yulius Canangkan Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-62 Provinsi Sulut, Tegaskan Semangat “Sulut Melaju”
Menurut Saerang, keberhasilan keduanya diawal periode kian membanggakan.
Olly – Steven, lanjut Ruben, bisa menyulap harga kopra menjadi Rp 14 ribu per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp 4 ribu saja.
Selain itu, kata Ruben, impian petani cengkih juga terwujud karena sekarang harga komoditi ini pada kisaran Rp 110 ribu per kg.
“Nilai tukar petani Sulut paling tinggi di Indonesia. Suatu prestasi di tengah Covid-19,” ujar Ruben kepada wartawan, Sabtu (12/6/2021).
Kata Ruben, di sektor pariwisata juga semakin menonjol dengan peningkatan infrastruktur pendukung dan hotel-hetel yang baru diresmikan.
“Belum lagi dengan Bandara Sam Ratulangi yang sebentar lagi selesai direnovasi. Ini bukti kehebatan Olly – Steven,” bebernya.
Ia menambahkan, beragam alasan ini lantas membuat Sahabat Olly-Steven (SOS) memutuskan tetap mendukung garis perjuangan Olly-Steven sampai 2024.
“Harapannya, capaian-capaian ini terus dilestarikan demi Sulut hebat, maju dan sejahtera,” tandasnya. (*/JM)








