Tomohon – Hari ini, 20 Oktober 2024, Indonesia telah memiliki Presiden dan Wakil Presiden yang baru. Setelah di kukuhkan lewat Sidang MPR RI, Prabowo Subianto resmi menjadi Presiden RI ke-8.
Bagi Sendy GA. Rumajar.SE. MIKom., Ketua DPC Gerindra Kota Tomohon, yang juga Calon Wakil Wali Kota berpasangan dengan Caroll Senduk, Presiden Prabowo sekaligus Ketua Umum/Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, sekarang milik semua Rakyat.
“Kami (Gerindra) sudah ikhlas dan rela Pak Prabowo (menjadi) milik seluruh masyarakat. Beliau milik seluruh rakyat Indonesia, baik yang memilih Prabowo-Gibran saat Pilpres maupun tidak. Ini juga sejalan dengan pidato perdana Presiden Prabowo Subianto, bahwa saat ini semua harus bersatu membangun rakyat Indonesia,” kata perempuan enerjik yang mulai populer dengan sapaan Kak Sendy itu.
Kak Sendy yang kini masih berada di Jakarta bersama Ariel Warouw, suaminya, mengikuti rangkaian pelantikan sebagai salah satu orang kepercayaan Prabowo, menyampaikan jika Gerindra bersuka cita dan bangga, karena perjuangan panjang sejak 20 tahun lalu berjuang tanpa menyerah sehingga dalam Pilpres kali ke-4 berhasil menjadi Presiden RI ke-8.
- PWI dan Mitra Gelar Gerakan Literasi Pelajar Manado, Sejuta Asa untuk Kota Tercinta, Jadi Kado Istimewa HUT Ke-403 Manado
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN UP3 Palu Hijaukan Pesisir Teluk Palu Melalui Penanaman 1.000 Bibit Mangrove
- Dari Gerobak Harapan ke Usaha yang Lebih Mapan : Kisah Muhammad Syarifuddin Menyalakan Asa Bersama TJSL PLN
Karena itu dia mengajak semua komponen masyarakat di Kota Tomohon bergandengan tangan, menyukseskan program Presiden Prabowo dan Wapres Gibran mensejahterakan masyarakat Tomohon.
“Ada banyak program Beliau yang dapat kita terapkan di Tomohon, seperti makan gratis untuk siswa dan ibu hamil, revitalisasi sekolah, modernisasi pertanian. Dan banyak lagi,” ujarnya, Minggu (20/10/2024).
Kak Sendy juga menambahkan tujuan penyelenggaraan kontestasi pilkada adalah untuk mensejahterakan masyarakat Tomohon, masa depan Kota Tomohon.
“Mari kita sama-sama edukasi masyarakat, tidak usah saling menghujat, saling menjelekkan, tapi mengedukasi masyarakat dengan menciptakan politik riang gembira,” tambahnya.***








