Sulut – Pelaksanaan Likupang North Sulawesi International Fishing Competition (LNSIFC) 2022 sudah selesai dilaksanakan dengan penutupan pada Sabtu (17/09/2022).
Namun, dalam kegiatan LNSIFC ini meninggalkan permasalahan dimana sempat beredar di media sosial (Medsos) sehingga sempat mengganggu pelaksanaan yang memperebutkan Piala Presiden dan Gubernur Sulut.
Pasalnya dalam video yang beredar di medsos Facebook, salah satu peserta sempat memprotes panitia dan panitia dituding sudah menkonsumsi minuman keras (miras). Bahkan hampir sempat adu jotos karena adanya nada provokator.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Sulut, Tineke Adam kepada wartawan mengatakan jika video yang beredar tersebut tidak benar. Soalnya, peserta yang sudah tercium bau alkohol, bukan panitia.
- Kapolresta Bandung Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Arjasari
- Semarakkan HUT RI ke-81 dan Berkah Maulid 2026, YBM PLN UP3 Tolitoli Gandeng IDI dan Lanal Gelar Khitanan Sehat Ceria untuk 79 Anak di Galang
- Dukung Pariwisata Global, PLN Siagakan Personel dan Backup Kelistrikan Berlapis di Likupang Tourism Festival 2026
“Hanya 1 tim yang protes dimana mereka minta menjadi juara 2 karena beda tipis dalam perolehan poin. Ini berita yang beredar, sungguh terbalik dengan apa yang beredar di masyarakat,” ujar Kadis Adam kepada sejumlah wartawan, Senin (19/09/2022).
Dikatakannya, sesuai dengan panduan teknis kegiatan, protes bisa dilakukan 1 jam setelah penimbangan dan dibuat secara tertulis kepada panitia. Bahkan hal itu sudah disampaikan panitia pada Rabu 14 September 2022 lewat teknikal meeting dengan peserta.
“Kami tidak akan menuntut penyebar hoaks, tapi kami ampuni,” tambah Adam saat didampingi salah satu juri Prof Alex Kawilarang dan Anggota panitia Veldy Umbas. (*/J.Mo)





