Minahasa -Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Minahasa menghimbau masyarakat waspada cuaca ekstrim yang biasanya terjadi ketika memasuki pertengahan bulan November.
Hal itu di katakan Kepala BPBD Minahasa Lona O. K Wattie,bertempat di ruang kerjanya, Senin (13/11/2023).
Dijelaskan Kaban BPBD, untuk masyarakat Kecamatan Lembean Timur, Kecamatan Kombi, Tombulu, Langowan Selatan, Kakas Barat, Tombariri, dan Kecamatan Pineleng. kawasan rawan longsor.
“Kawasan titik rawan bencana banjir berada di Kecamatan Tondano Timur, Remboken, Mandolang, Tombariri, dan Kecamatan Kakas.”Ucap Kaban Lona.
- Bupati Michael Thungari bersama Wabup Tendris Bulahari hadir Sekaligus Membuka Job Fair 2026 di Politeknik Nusa Utara Tahuna
- Gubernur Yulius Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Sulut, Tekankan Pentingnya Etika Jurnalistik dan Profesionalisme
- PT Jasa Raharja Sudah Salurkan Rp5,7 Miliar Bagi 416 Korban Lakalantas di Sulut
Lanjut Kaban BPBD, masyarakat sebaiknya waspada khususnya yang berada di wilayah yang berpotensi terjadi banjir dan tanah longsor.
“Masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana di harapkan untuk tetap waspada, terutama masyarakat yang bermukim di dekat bantaran sungai dan yang tinggal daerah lereng atau tebing baiknya pindah dulu ke saudara terdekat pada kawasan yang tidak terkena bencana untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan dan semoga ini tidak akan terjadi. Ujarnya.
Lebih lanjut Kaban BPBD Minahasa,dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan, pihaknya telah mendirikan Posko untuk memantau dan untuk menerima laporan dari masyarakat jika terjadi bencana.
“Suasana seperti ini kami telah membuka posko Tim Reaksi Cepat (TRC) 1x 24 jam secara rutin melakukan pemantauan dan menerima laporan keluhan masyarakat untuk merespon cepat sambil berkoordinasi dengan pihak terkait, untuk kondisi daerah rawan bencana.”Pungkas Kaban Lona. (Ronny)








