Minsel-Tidak pandang bulu, unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Minahasa Selatan kali ini memanggil dn memerika Hukum Tua Desa Tenga dan sejumlah Perangkat Desa Kanean Kecamatan Tareran terkait laporan adanya dugaan penyalahgunaan uang negara di kedua desa.
Pejabat Hukum tua desa Tenga diperiksa pada tanggal Selsasa (10/12/2024) yang memakan waktu kurang lebih 6 jam di ruang penyidik Tipidkor, sedangkan tiga orang perangkat Desa Kanean diperiksa pada Rabu (11/12/2024) selama 5 jam secara bersamaan.
Pemeriksaan tersebut masih terkait adanya dugaan penyalahgunaan dana desa termasuk pembelanjaan yang tidak sesuai peruntukan.
Menarik dalam pemeriksaan Plt Hukum Tua Desa Tenga yaitu ketidaktahuannya terkait sejumlah kegiatan yang memakai uang dana desa serta tidak memahami LPJ yang dibuat dari pemerintah Desa sendiri.
- Bakal Digelar Besok! DPRD Sulut Agendakan Rapat Paripurna Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Atas LKPD Tahun 2025
- Pimpin Upacara Momentum Nasional dan Daerah, Plt Bupati Titip Pesan Optimistis Kepada Generasi Muda Sitaro
- Bupati FDW Hadiri Ibadah Minggu Bersama di Jemaat GMIM Betlehem Ranomea Amurang Timur
Sedangkan ketiga perangkat Desa Kanean saling menoleh kebingungan saat di tanya oleh beberapa penyidik di ruang tipidkor saat menginvestigasi mereka.
Tujuan pemeriksaan tersebut akibat adanya laporan warga dan menjalankan program Asta cita Presiden Prabowo terkait bersih-bersih dari tindak pidana korupsi.
Kasat Reskrim AKP. Ahmad A.A. Pratama, S.Tr.K., SIK saat ditanya terkait hal tersebut mengiakan bahwa memang benar pihaknya memanggil sejumlah perangkat desa dan plt kuntua untuk dimintai keterangan terkait adanya dugaan korupsi dana desa. (Onal_m)








