Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_terms' doesn't exist]SELECT DISTINCT t.term_id, tr.object_id
FROM wpem_terms AS t INNER JOIN wpem_term_taxonomy AS tt ON t.term_id = tt.term_id INNER JOIN wpem_term_relationships AS tr ON tr.term_taxonomy_id = tt.term_taxonomy_id
WHERE tt.taxonomy IN ('category', 'post_tag', 'post_format', 'newstopic') AND tr.object_id IN (203670, 203661, 203654)
ORDER BY t.name ASC
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_usermeta' doesn't exist]SELECT user_id, meta_key, meta_value FROM wpem_usermeta WHERE user_id IN (1,8) ORDER BY umeta_id ASC
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID IN (1,31,8)
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '1' LIMIT 1
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '31' LIMIT 1
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '8' LIMIT 1
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '31' LIMIT 1
Morut-Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonodale, dr Sherly Pede MKes, menegaskan, sekaitan dengan adanya pemberitaan yang menyebut bahwa KTU RS Kolonodale di Duga Diskriminatif, Ambulance Besar Tak di Izinkan Untuk Pasien Rujukan, seratus persen adalah hoax dan cenderung fitnah.
“Berita itu seratus persen hoax dan cenderung fitnah, ” tegas dr Sherly, dalam keterangan persnya kepada sejumlah Wartawan, di ruang kerjanya, Jumat (21/03/2025) siang.
Sherly Pede, mengatakan, pihaknya kaget dengan viralnya pemberitaan tersebut, sehingga dirinya memanggil semua pihak terkait, mulai dari KTU RSUD Kolonodale, Kabid yang menangani ambulance maupun rujukan, perawat diruang pasien yang menjadi objek pemberitaan, termasuk Dokter Spesialis Syaraf yang menangani pasien tersebut, untuk dilakukan klarifikasi.
“Dari hasil konfirmasi kami, informasi yang di tuduhkan tersebut, ternyata semuanya tidak benar dan terkesan fitnah,” kata Sherly Pede.
- PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan Sejak Dini, Siswa TK Al-Irsyad Gorontalo Belajar Bahaya Listrik Lewat Cara Menyenangkan
- Audiensi Wamenkes RI, Bupati Delis Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Morut
- HUT ke-62 Sulut, 69 Sertipikat Aset Pemprov Diserahkan, Pemerintah Perkuat Benteng Hukum Aset Daerah
Ia juga menegaskan, Dokter Spesialis Syaraf yang menangani pasien tersebut, menjelaskan pasien yang dirujuk ke RS Samaritan Palu sebelumnya, sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada di RSUD Kolonodale. Kondisi pasien menurut dr Spesialis Syaraf sangat memungkinkan untuk di rujuk dengan menggunakan SOP yang ada, karena alat maupun pengobatan lain yang di gunakan dalam proses perawatan diruang ICU sebelumnya, memang sudah tidak dibutuhkan lagi untuk digunakan saat merujuk pasien.
Kata dia, pasien pun kondisinya dalam keadaan baik, dan tiba dengan selamat di RS Samaritan Palu, sama seperti ketika pasien akan dirujuk sebelumnya.
Sekaitan dengan penggunaan ambulance besar jenis Hiace yang parkir, sama sekali tidak ada larangan untuk penggunaannya. Hanya saja di waktu yang bersamaan, ada tiga pasien lainnya yang sama – sama akan dirujuk, termasuk pasien yang akan ke RS Samaritan Palu. Dua pasien lainnya kondisinya jauh lebih buruk, dan membutuhkan penggunaan ambulance Hiace, karena beberapa peralatan medis yang nota bene harus ikut dibawah dalam proses rujukan pasien tersebut. Hanya saja kenapa belum diberangkatkan, karena pihak RSUD Kolonodale, masih menunggu jawaban sisrute dari RS Wahidin Sudirohusodo Makasar. Sementara yang lebih cepat dijawab sisrute adalah RS yang akan di rujuk ke Samaritan Palu.
“Logikanya sederhana saja, jika misalkan pasien tidak ditangani dengan baik sebelumnya, pasti kondisinya tidak akan baik – baik saja saat tiba di RS Samaritan Palu. Pada prinsipnya, semua pasien yang kami layani termasuk pasien rujukan tidak ada kata diskriminatif, tentunya sesuai dengan SOP yang ada di RSUD Kolonodale. Tidak ada yang tebang pilih, semua pasien yang kami layani, semuanya sama tidak ada yang dibeda – bedakan, ” tegasnya.
Ia menambahkan, pihak RSUD Kolonodale, dalam melakukan pelayanan kesehatan, tetap berpedoman pada SOP yang ada di RSUD Kolonodale, dan tidak ada satu pun yang dilanggar atau mendiskriminatif seorang pasien, baik yang di rawat inap maupun pasien rujukan, semuanya sama pemberlakuannya.
“Selama ini, manajemen RSUD Kolonodale terus berupaya semaksimal mungkin, untuk bisa memberikan layanan kesehatan yang prima dan memadai kepada para pasien, disesuikan dengan SOP yang ada, ” tukas Direktur RSUD Kolonodale, Sherly Pede. (NAL)
