oleh

Dibuka Pj. Bupati Joi Oroh, BKKBN Sulut Gelar Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di Kampung KB

Sitaro-Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut menggelar kegiatan Orientasi Kampung KB dan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di Kampung KB dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Sulut tahun 2023. Selasa (03/10/2023).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Pemda Sitaro ini, di buka Penjabat Bupati Sitaro Drs. Joi Eltiano Bernadin Oroh, dan di hadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut Ir. D. Tino Tandaju, M. Erg, Sekda Sitaro Denny Kondoj, M. Si, dan Kepala Dinas PPPA, PP dan KB Fabiola Papona, S.Sos.

Dalam sambutannya Pj Bupati Sitaro Joi Oroh memberikan apresiasi kepada segenap jajaran Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut dan Dinas PPKB Kepulauan Sitaro yang telah memprakarsai kegiatan bernilai penting ini, terutama dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting di daerah.

“Diharapkan program ini mampu meningkatkan pemahaman pengelolaan tingkat desa tentang upaya penanganan stunting sebagai wujud komitmen kita bersama dalam menjawab tantangan yang dihadapi.” Ujar Bupati Oroh.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro gencarkan program GESIT EVA’S (Gerakan Sitaro Edukasi InterVensi Anak Stunting), demi Percepatan Penurunan Stunting daerah, sehingga melalui lingkungan terkecil yaitu keluarga setiap anak akan mendapatkan perawatan serta dukungan yang layak untuk tumbuh dan berkembang dengan sehat.

Dalam kesempatan ini Kepala Perwakilan BKKBN Provinasi Sulut Ir. D. Tino Tandaju, M. Erg memberikan sambutan sekaligus memaparkan kondisi Sitaro dalam kegiatan Percepatan Penurunan Stunting dan Program BanggaKencana. Saat ini terdapat beberapa hal penting dalam pengelolaan Program BanggaKencana yang memerlukan akselerasi partisipasi dan peran serta seluruh mitra kerja terutama di Kepulauan Sitaro yaitu:

“Percepatan Penurunan Stunting Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Kab. Kepulauan Sitaro sebesar 14,4 persen atau turun 8,1 persen dari prevalensi tahun 2021 yaitu sebesar 22,5 persen. Bila melihat hasil pengukuran bulan Februari 2023 melalui elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) masih terdapat 20 (0,58 persen dari 3.421 anak yang diukur) anak yang dikategorikan sebagai stunting. Berdasrkan hasil updating data PK22 di Kabupaten Kepulauan Sitaro terdapat 4.311 keluarga yang punya resiko stunting.” jelas Tandaju.

Untuk itu, lanjut Kaper BKKBN Sulut,kelompok masyarakat terutama yang berada di Kampung Keluarga Berkualitas perlu diberdayakan sehingga bersama-sama dengan Tim Pendamping Keluarga dapat melakukan pendampingan bagi anak stunting dan keluarga yang beresiko stunting.

Turut hadir,Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sitaro Maja Eva Oroh Rumengan, SE, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian Sekda dan Camat, Kapitalau, Ketua Pokja Kependudukan bersama tim BKKBN Provinsi Sulut dan Satgas PPS Provinsi Sulut. (*/J.Mo)