Delfia Tinjau Langsung Saluran Pembuang di Bahontula Yang Dilanda Banjir

oleh -202 Dilihat

Morut-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali Utara (Morut), Delfia Parenta ST, meninjau langsung kondisi saluran pembuang di Kelurahan Bahontula, Kolonodale,Selasa (16/04/2024) siang.

Saluran atau drainase yang cukup strategis ini, dihantam banjir yang cukup deras pada Senin (15/04/2024) malam.

Akibatnya beberapa lembaran lantai yang terbuat dari beton cetak bergeser dari tempatnya.

Meski demikian, aliran air tetap berjalan dengan lancar, begitupun tanggul di kiri-kanan masih tetap kokoh.

Saat itu juga, Delfia, langsung memanggil pihak kontraktor yang mengerjakan saluran ini akhir tahun lalu yakni CV Morita.

Ia minta agar lantai beton cetak yang bergeser itu segera diperbaiki secepatnya.

Sambil meninjau saluran pembuang itu di beberapa titik, Delfia menjelaskan, untuk mengembalikan posisi lantai beton cetak yang bergeser, tidak butuh waktu lama karena hanya mengembalikan ke tempatnya.

“Lantai beton ini tidak rusak, hanya bergeser beberapa meter. Jumlah yang bergeser itu juga tidak terlalu banyak. Jadi gampang diperbaiki, ” ujarnya.

Kata dia, lantai beton cetak ini secara teknis menjadi pilihan karena saat saluran dikerjakan, air terus mengalir sehingga tidak mungkin di cor.

Saluran pembuang sepanjang 300 meter ini dikerjakan akhir tahun lalu dengan menggunakan dana tanggap darurat bencana alam.

Pembuatan saluran ini, sangat membantu warga setempat, untuk mencegah banjir yang seringkali meluap hingga menggenangi perumahan warga di Bahontula.

Sementara itu, pelaksana lapangan CV Morita, Syafaruddin, yang tiba di lokasi beberapa menit kemudian, memastikan pihaknya akan segera memperbaiki lantai saluran drainase yang bergeser terbawa banjir itu.

“Kami tetap bertanggung jawab. Satu atau dua hari ini kami akan langsung perbaiki saluran ini di beberapa titik,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui di sepanjang drainase tersebut, mengaku, sangat bersyukur dan berterima kasih atas dibuatnya saluran permanen tersebut.

Sebelumnya, saluran air di lokasi ini sangat kecil dan gampang tersumbat, akibat tumpukan rumput dan sampah di sepanjang aliran. Jika banjir besar melanda, luapannya pasti merepotkan warga di sekitarnya. (MCDD/NAL)

No More Posts Available.

No more pages to load.