Asahan-Bupati Asahan H. Surya, BSc menerima audiensi Pimpinan Daerah (PD) Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) di Ruang Kerja Rumah Dinas Bupati Asahan, Senin (27/08/2024).
Terlihat Plt Kadis Kominfo Kabupaten Asahan Arbin Ariadi Tanjung, SE, MH dan Plt Ketua PD MABMI Asahan Cakra Bakti, SH, M. Si beserta pengurus.
Pada audiensinya Plt Ketua PD MABMI Asahan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Asahan yang telah menerima audiensi PD MABMI Asahan pada hari ini. Cakra menyampaikan tujuan dari audiensi ini adalah silaturahmi sekaligus memperkenalkan diri sebagai Plt Ketua PD MABMI Asahan melanjutkan kepemimpinan Tengku Muhammad Husairi S.STP yang kini menjabat sebagai salah satu unsur pengurus di kepengurusan Pengurus Besar MABMI.
Lebih lanjut Cakra menyampaikan program kerjanya kepada Bupati Asahan, yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan. “PD MABMI Asahan akan bersinergi dengan Pemerintah dalam membangun Kabupaten Asahan menjadi lebih lagi kedepannya serta membantu Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mensukseskan visi dan misinya”, ungkap Cakra.
- Menteri Nusron Ingin Target PTSL 2027 Ditambah, Perluas Kepastian Hukum Bagi Masyarakat
- Bahas Rencana Kerja TA 2027 Dengan Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Usulkan Pagu Anggaran Rp.10 Triliun
- Laporkan Progres Dukungan KSPEAN Papua Selatan, Wamen Ossy Tegaskan Landasan Kuat Agenda Pembangunan Nasional
Menanggapi audiensi ini Bupati Asahan mengucapkan terima kasih kepada PD MABMI Asahan yang telah berkenan membantu Pemerintah membangun Kabupaten Asahan serta membantu Pemerintah Kabupaten Asahan mensukseskan visi dan misinya “Mewujudkan Asahan Sejahteta yanh Religius dan Berkarter”. Selain itu Bupati berharap kepada PD MABMI Asahan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Asahan melestarikan seni dan budaya melayu di Kabupaten Asahan”, ujarnya.
Bupati juga meminta kepada Plt Ketua PD MABMI Asahan dapat menjalankan roda organisasi ini dengan sebaik-baiknya. “Jalankan roda organisasi PD MABMI Asahan dengan sebaik-baiknya, rangkul generasi muda melaya yang ada di Asahan, dan kenalkan mereka dengan seni dan budaya yang dimiliki, sehingga seni dan budaya Melayu di Asahan tidak terguras dimakan oleh waktu”, tandasnya. (*BoS)








