SITARO-Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Kalangit, mengikuti rapat koordinasi (rakor) nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2025 secara virtual pada Senin (21/4/2025).
Rakor ini merupakan langkah strategis pemerintah pusat dan daerah untuk menekan inflasi yang berdampak pada daya beli masyarakat.
Bupati Chyntia menekankan perlunya kolaborasi multisektor guna menjaga stabilitas harga dan distribusi bahan pokok di wilayah kepulauan seperti Sitaro.
“Tantangan geografis dan distribusi unik mengharuskan pendekatan tidak hanya ekonomi, tetapi juga penguatan logistik dan produksi lokal,” ujarnya.
- Asisten Pemerintahan dan Kesra Pimpin Apel Pengamanan, Pastikan Puncak TIFF 2026 Berjalan Aman dan Sukses
- Kontes Otomotif Meriahkan Rangkaian TIFF 2026, Libatkan 61 Peserta dari Sejumlah Daerah di Sulut
- Gubernur Yulius Canangkan Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-62 Provinsi Sulut, Tegaskan Semangat “Sulut Melaju”
Rakor berfokus pada sinergi Pemda dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta antisipasi fluktuasi harga, terutama jelang hari besar keagamaan dan musim tertentu.
Sekda Denny Kondoj menambahkan, evaluasi program harus berbasis data akurat agar keputusan berdampak pada stabilitas ekonomi.
Asisten Sekda Eddy Salindeho menyoroti pentingnya dukungan kepada UMKM untuk menjaga stabilitas pasokan.
“Dengan penguatan usaha kecil, rantai pasok tetap terlindungi dari tekanan inflasi global,” jelasnya.
Keikutsertaan Pemkab Sitaro dalam rakor ini menunjukkan komitmen daerah dalam bersinergi dengan pusat.
“Dengan pendekatan adaptif, inflasi di Sitaro diharapkan terkendali demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (ighel)








