oleh

Bupati Delis : Sebanyak Apapun Programnya Jika Petani Tidak Sejahtera, Itu Tidak Ada Hasilnya

Morut-Dinas Pertanian dan Pangan Daerah Kabupaten Morowali Utara (Morut) menggelar rembuk tani tingkat kabupaten, bertempat di ruang pola kantor Bupati Morut, Senin (04/09/2023).

Rembuk tani tersebut, dihadiri Bupati Morut, Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, Sekda Morut, Ir Musda Guntur MM, Staf Khusus Menteri Pertanian, Yesiah Ery Tamalagi, bersama beberapa staf dari Kementerian Pertanian, Wakil PT Jasindo, Perbankan, para Camat dan Kades se – Kabupaten Morut, serta tamu undangan lainnya.

Sementara itu, peserta rembuk, selain dari jajaran pimpinan Dinas Pertanian, juga ikut para kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dari sepuluh kecamatan di Morut, penyuluh pertanian, Kelompok Tani Nelayan (KTN) andalan Kecamatan dan Kabupaten.

Bupati Delis, dalam sambutannya, menegaskan, target utama Dinas Pertanian adalah mewujudkan petani sejahtera. Itu menjadi tujuan utama di sektor pertanian.

“Sehebat dan sebanyak apapun program yang dibuat, jika outputnya petani tidak sejahtera, semuanya itu tetap tidak ada hasilnya,” tegasnya.

Tentang pelaksanaan rembuk tani ini, Bupati mengakui pihaknya yang minta kepada pimpinan Dinas Pertanian dan Pangan Daerah Morut untuk berdiskusi dan merumuskan bersama program-program yang menyentuh kebutuhan langsung petani.

“Kami sengaja mengundang kelompok tani, para penyuluh yang tahu betul situasi di lapangan untuk bersama-sama berdiskusi dan berembuk mau ke mana arah Pertanian kita,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar para petani, kelompok tani, penyuluh dan pihak lainnya yang bergerak di sektor Pertanian untuk berani berinovasi.

“Jangan mengharapkan hasil yang berbeda dengan melakukan cara yang sama,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Daerah Morut, Jasrion Ampugo SP, melaporkan, rembuk tani ini merupakan wadah bagi petani untuk saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman untuk menentukan mana yang terbaik.

Selain itu, melalui forum ini dapat menyatukan persepsi dalam menyusun dan merumuskan pengembangan komoditas sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Pada kesempatan tersebut juga, diserahkan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) kepada sembilan kelompok tani di Desa Togo Mulya, Kecamatan Petasia Barat, dari PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo).

Klaim asuransi dengan nilai total Rp 479.580.000 diberikan Jasindo sebagai ganti rugi petani yang gagal panen akibat musibah banjir pada April 2023 lalu.

Penyerahan bantuan benih sayuran kepada desa prioritas percepatan penurunan stunting di Kabupaten Morut, yakni Desa Bau, Kecamatan Soyojaya dan Kelompok Wanita Tani Berdikari, Kecamatan Mori Utara.

Benih sayuran ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian yang diserahkan oleh Staf Khusus Kementrian Pertanian, Yesiah Ery Tamalagi. (Hms/NAL)