SITARO-Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Ingrid Kalangit, memimpin apel kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dirangkaikan dengan peluncuran inovasi daerah “Sitaro Cika Hero” (Siau Tagulandang Biaro Cinta Pekerja Harian Rentan Resiko), Senin (4/8/2025) di Monumen Taman Pala, Kantor Bupati Sitaro.
Dalam arahannya, Bupati Chyntia menekankan bahwa apel kerja bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan momentum untuk menyatukan semangat pengabdian seluruh jajaran pemerintah.
“Di kesempatan ini akan launching program inovasi daerah Sitaro Cika Hero. Peluncuran program ini menjadi penanda bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro tidak tinggal diam terhadap realitas kehidupan sosial masyarakat, terutama saudara-saudara kita yang bekerja pada sektor informal dan berisiko tinggi, namun belum memiliki akses terhadap perlindungan sosial ketenagakerjaan,” ujar Chyntia.
Program Sitaro Cika Hero hadir sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap pekerja rentan bukan penerima upah, seperti nelayan, petani, buruh bagasi, tukang ojek konvensional, pelaku IKM dan UMKM, serta berbagai profesi lain yang bekerja tanpa perlindungan memadai, tetapi tetap memiliki peran penting dalam roda perekonomian lokal.
- Gorontalo Tuntas Terang, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo, Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo Capai 100 Persen
- Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Wawali Richard Sualang Bagikan Bendera Merah Putih kepada Masyarakat
- Caroll Senduk Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pemkot Tomohon Fokus Delapan Prioritas Pembangunan
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa program ini menerapkan skema gotong royong dengan melibatkan pejabat daerah sebagai donatur tetap untuk membiayai iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi para pekerja rentan.
Sitaro Cika Hero juga sejalan dengan misi transformasi sosial sebagaimana diamanatkan dalam RPJPN 2025–2045 serta Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan mengurangi risiko ekonomi yang dihadapi masyarakat kecil.
Peluncuran program ditandai dengan penekanan tombol dan pembukaan tirai papan oleh Bupati Chyntia, yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta apel.






