Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_terms' doesn't exist]SELECT DISTINCT t.term_id, tr.object_id
FROM wpem_terms AS t INNER JOIN wpem_term_taxonomy AS tt ON t.term_id = tt.term_id INNER JOIN wpem_term_relationships AS tr ON tr.term_taxonomy_id = tt.term_taxonomy_id
WHERE tt.taxonomy IN ('category', 'post_tag', 'post_format', 'newstopic') AND tr.object_id IN (203670, 203661, 203654)
ORDER BY t.name ASC
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_usermeta' doesn't exist]SELECT user_id, meta_key, meta_value FROM wpem_usermeta WHERE user_id IN (1,31,8) ORDER BY umeta_id ASC
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID IN (1,31,8)
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '1' LIMIT 1
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '31' LIMIT 1
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '8' LIMIT 1
Galat basis data WordPress: [Table 'redaksi2_wp214.wpem_users' doesn't exist]SELECT * FROM wpem_users WHERE ID = '20' LIMIT 1
Minut-Tidak semua perjalanan menuju sebuah jabatan dimulai dari ambisi untuk mengejar jabatan. Bagi Dr. Evelyn Luntungan, SIP, MIP, kepercayaan justru datang sebagai bagian dari perjalanan panjang yang ditempa oleh keluarga, pendidikan, disiplin dan keyakinan untuk menjalankan setiap tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.
Perempuan kelahiran Kolongan, 9 Januari 1988, itu kini dipercaya memimpin Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara. Sebuah posisi yang menempatkannya pada salah satu sektor strategis karena bersentuhan langsung dengan masa depan sumber daya manusia di daerah.
Namun, jauh sebelum berada di balik meja pengambil kebijakan, Evelyn pernah membayangkan kehidupan yang sama sekali berbeda.
Ia pernah bermimpi menjadi seorang news anchor. Dunia pemberitaan dan jurnalistik sempat menarik perhatiannya. Ada keinginan untuk berdiri di depan kamera, menyampaikan informasi dan menjadi bagian dari dunia media.
- PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan Sejak Dini, Siswa TK Al-Irsyad Gorontalo Belajar Bahaya Listrik Lewat Cara Menyenangkan
- Audiensi Wamenkes RI, Bupati Delis Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Morut
- HUT ke-62 Sulut, 69 Sertipikat Aset Pemprov Diserahkan, Pemerintah Perkuat Benteng Hukum Aset Daerah
Di sisi lain, profesi polisi juga pernah menjadi cita-citanya. Lingkungan keluarga ikut memengaruhi bayangan tersebut. Sang ayah merupakan anggota kepolisian sehingga kehidupan disiplin dan ketegasan sudah akrab dengannya sejak kecil.
Tetapi jalan hidup kemudian membawanya ke birokrasi.
Atas dorongan kedua orang tua, Evelyn memilih menempuh pendidikan kedinasan. Salah satu pertimbangannya sederhana: belum ada anggota keluarga yang menjadi aparatur sipil negara.
Sebelum memasuki Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Evelyn sempat mengenyam pendidikan hukum di Universitas Sam Ratulangi Manado. Pilihan kemudian berubah. Ia melanjutkan pendidikan di IPDN dan menjadi bagian dari angkatan 2006.
Keputusan itu menjadi titik penting dalam hidupnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Evelyn mengawali pengabdian di Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Pengalaman demi pengalaman di dunia pemerintahan kemudian membawanya pada tanggung jawab yang semakin besar, hingga akhirnya dipercaya memimpin sektor pendidikan.
Kini, dunia yang ia jalani bukan lagi tentang bagaimana menyampaikan berita di depan kamera. Ia justru berada di ruang tempat kebijakan pendidikan dirumuskan dan dijalankan.
Perubahan arah itu tidak membuat cita-cita masa kecilnya kehilangan makna. Justru pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk cara Evelyn melihat pekerjaannya hari ini.
Karakter tegas yang melekat pada Evelyn tidak lahir begitu saja.
Sebagai anak tunggal, ia tumbuh dalam keluarga yang menempatkan disiplin sebagai bagian penting dari kehidupan. Sang ayah menjadi salah satu figur yang paling memengaruhi pembentukan karakternya.
Namun, di balik ketegasan tersebut, Evelyn menyimpan penghormatan yang kuat kepada kedua orang tuanya.
Ada pesan yang terus ia bawa hingga memasuki dunia birokrasi: tetap mengandalkan Tuhan, jujur dan setia kepada Tuhan.
Nilai tersebut kemudian menjadi pijakan dalam menjalankan pekerjaan maupun kehidupan pribadi.
Ia memiliki satu kalimat yang menjadi moto hidupnya.
“Kalau Tuhan sudah utus, pasti Dia mo urus.”
Bagi Evelyn, kalimat tersebut bukan sekadar ungkapan religius. Ia menjadikannya sebagai cara untuk menerima setiap tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya sekaligus mengingatkan diri agar tidak kehilangan arah dalam menjalankan tugas.
Ada dua nama yang secara khusus dikagumi Evelyn, yakni Sri Mulyani Indrawati dan Maria Walanda Maramis.
Dari Sri Mulyani, ia melihat prinsip, pemahaman, loyalitas dan dedikasi dalam menjalankan tanggung jawab.
Sementara Maria Walanda Maramis memiliki kedekatan tersendiri. Selain dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan perempuan Indonesia, Maria merupakan putri Tonsea yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah Sulawesi Utara.
Dua figur tersebut hadir dari latar belakang yang berbeda. Namun bagi Evelyn, keduanya memiliki nilai yang relevan dengan kehidupan pengabdian: prinsip dalam menjalankan tanggung jawab serta keberanian untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Nilai itulah yang kemudian ingin ia bawa dalam perjalanan kariernya sebagai aparatur pemerintah.
Menjadi Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Utara membuat Evelyn sadar bahwa jabatan selalu datang bersama tanggung jawab.
Ia tidak ingin kepercayaan yang diberikan berhenti pada status atau posisi. Menurutnya, kepercayaan harus dibayar dengan kerja dan dibuktikan melalui hasil.
Karena itu, ia berusaha menunjukkan performa terbaik kepada pimpinan dengan tetap berpegang pada aturan yang berlaku.
Evelyn juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Minahasa Utara Joune Ganda. Ia menilai Joune sebagai sosok pekerja keras, memiliki integritas dan konsisten menjalankan tanggung jawab.
Bagi Evelyn, penilaian tersebut sekaligus menjadi alasan untuk menjawab kepercayaan yang diberikan dengan loyalitas terhadap tugas, bukan sekadar loyalitas terhadap jabatan.
Cara pandang itu membuatnya menempatkan kapasitas sebagai sesuatu yang harus terus dibuktikan.
Sebab, menurutnya, menjadi bagian dari pemerintahan bukan semata-mata tentang menduduki sebuah posisi. Lebih dari itu, kapasitas yang dimiliki harus dapat diterjemahkan menjadi pekerjaan yang memberikan hasil bagi masyarakat.
Di tengah kesibukan sebagai birokrat, Evelyn tetap menjaga ruang untuk kehidupan keluarga.
Ia menikah dengan Michael Reagen Siwu dan telah dikaruniai dua orang anak.
Waktu bersama keluarga menjadi bagian penting di luar rutinitas pemerintahan. Aktivitas sederhana seperti menonton bersama justru menjadi salah satu hal yang dinikmatinya.
Sementara membaca menjadi hobinya.
Jika dahulu buku fisik menjadi pilihan utama, kini ia juga menikmati bacaan melalui e-book. Kebiasaan tersebut menjadi ruang personal untuk tetap belajar di tengah tuntutan pekerjaan yang terus bergerak.
Bagi seorang birokrat yang bekerja di sektor pendidikan, kebiasaan membaca menjadi bagian dari cara menjaga rasa ingin tahu dan membuka ruang untuk terus berkembang.
Ketika berbicara mengenai perjalanan karier ke depan, Evelyn tidak banyak berbicara mengenai ambisi untuk mengejar posisi tertentu.
Ia memilih mensyukuri kepercayaan yang sudah diterima saat ini.
Baginya, tantangan terbesar bukan sekadar mendapatkan jabatan yang lebih tinggi, tetapi memastikan kapasitas yang dimiliki sebanding dengan tanggung jawab yang dipercayakan.
Soal ke mana perjalanan karier akan membawanya setelah ini, Evelyn memilih menyerahkannya kepada Tuhan.
Sikap tersebut kembali pada prinsip yang selama ini menjadi pegangan hidupnya: ketika Tuhan mengutus, Tuhan pula yang akan mengurus.
Perjalanan Evelyn menunjukkan bahwa sebuah karier tidak selalu berjalan sesuai dengan cita-cita masa muda.
Dulu ia membayangkan dirinya berdiri di depan kamera sebagai pembawa berita. Hari ini, ia justru berada di balik kebijakan yang ikut menentukan arah pendidikan di daerah.
Jalur itu memang berbeda dari mimpi awalnya.
Tetapi pada akhirnya, yang tetap ia bawa adalah semangat untuk bekerja, terus belajar dan memberikan manfaat melalui ruang pengabdian yang dipercayakan kepadanya. (T3)
