Kotamobagu-Pj. Wali Kota Kotamobagu, Abdullah Mokoginta, S.H., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan di Aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu.
Kegiatan ini diadakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kekerasan terhadap perempuan serta memperkuat langkah-langkah pencegahannya di Kota Kotamobagu.
Dalam sambutannya, Abdullah Mokoginta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan masalah serius yang membutuhkan perhatian dan tindakan nyata dari semua pihak.
“Kekerasan terhadap perempuan adalah masalah serius yang tidak bisa kita abaikan. Perempuan berhak hidup dengan aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Untuk itu, kegiatan sosialisasi ini diharapkan akan dapat meningkatkan pemahaman kita semua tentang berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan, faktor-faktor penyebabnya, serta bagaimana pencegahannya,” ungkap Abdullah.
- Reses Irene Golda Pinontoan Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Mendorong Pembangunan Kota Manado
- Reses Vionita Kuera di Kampung Kawahang, Perkuat Sinergi Masyarakat dan Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan Kepulauan
- Gelar Reses II Tahun 2026, Ini Aspirasi yang Dijaring Anggota DPRD Provinsi Sulut
Abdullah Mokoginta juga menyampaikan harapannya agar sosialisasi ini dapat mendorong pemahaman dan kesadaran untuk terus menjaga keamanan dan hak-hak perempuan di Kotamobagu.
“Melalui sosialisasi ini, diharapkan kita semua bisa mendapatkan pemahaman dan muncul kesadaran akan pentingnya pencegahan kekerasan terhadap perempuan ini. Saya yakin, dengan pengetahuan yang kita peroleh hari ini, kita semua dapat merumuskan langkah-langkah yang tepat dan berkelanjutan demi mewujudkan perempuan yang berdaya dan terlindungi di Kota Kotamobagu,” ujar Wali Kota.
Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu, Ny. Suzanna Mokoginta Mooduto, S.H., Asisten I Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu Nasli Paputungan, S.E., Asisten III Moch. Agung Adati, S.T., M.Si., para ketua dan pengurus organisasi wanita, narasumber, Sangadi dan Lurah, serta ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu. Kehadiran para pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi perempuan di Kotamobagu.
Kegiatan ini diisi dengan berbagai paparan dari narasumber yang membahas bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan, faktor penyebab, serta strategi pencegahan yang dapat diterapkan di tingkat keluarga, komunitas, dan pemerintahan. (***)






